zoom-in lihat foto Bahaya Terlalu Sering Pakai Alat Nebulizer saat Anak Batuk Pilek
Efek negatif sering pakai alat nebulizer pada anak | iStock/Natee127 via kompas.com

TRIBUNJUALBELI.COM - Punya alat nebulizer sendiri di rumah mungkin dianggap jadi solusi termudah saat anak batuk pilek.

Nebulizer memang dikenal efektif untuk meredakan batuk pilek anak.

Cara kerja nebulizer sendiri adalah dengan mengubah obat menjadi uap aerosol sehingga bisa dihirup lewat alat yang tersedia.

Sayangnya, kebiasaan penggunaan nebulizer saat anak batuk pilek ternyata sebabkan efek negatif.

Merangkum nakita.grid (27/7/2023), setidaknya ada 8 efek samping yang bisa timbul dari seringnya penggunaan nebulizer pada anak.

Berikut paparan yang perlu orang tua perhatikan.

1. Iritasi Saluran Pernapasan

Penggunaan nebulizer yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan anak.

Partikel obat yang diuapkan dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan paru-paru, yang pada gilirannya dapat menyebabkan batuk yang lebih sering dan parah.

Jika nebulizer digunakan secara berulang kali dalam waktu yang singkat, dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan, sehingga anak akan semakin sulit bernapas.


2 dari 4 halaman

2. Efek Samping Obat

Obat-obatan yang digunakan dalam nebulizer untuk mengatasi batuk dan pilek dapat memiliki efek samping tertentu pada anak.

Penggunaan nebulizer yang sering dapat menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, diare, atau sakit kepala pada beberapa anak.

Selain itu, jika dosis obat tidak sesuai dengan petunjuk dokter, dapat menyebabkan reaksi alergi atau efek samping lain yang lebih serius.

3. Ketergantungan pada Nebulizer

Jika anak terlalu sering diuap dengan nebulizer saat mengalami batuk dan pilek, ia dapat menjadi terlalu bergantung pada alat tersebut untuk meredakan gejala.

Hal ini dapat menyebabkan anak merasa bahwa ia harus menggunakan nebulizer setiap kali mengalami batuk atau pilek, bahkan ketika tidak benar-benar dibutuhkan.

Ketergantungan pada nebulizer dapat mengganggu proses penyembuhan alami tubuh dan menghambat perkembangan sistem kekebalan tubuh anak.

4. Resistensi Bakteri dan Virus

Penggunaan antibiotik atau obat-obatan lainnya yang sering dalam nebulizer dapat menyebabkan resistensi bakteri dan virus pada anak.


3 dari 4 halaman

Ketika obat-obatan digunakan berulang kali, bakteri dan virus dapat mengembangkan resistensi terhadap obat tersebut, sehingga membuat pengobatan menjadi kurang efektif saat anak benar-benar membutuhkannya.

5. Penggunaan yang Tidak Efisien

Meskipun nebulizer dapat menjadi cara yang efektif untuk mengatasi batuk dan pilek, penggunaan yang tidak efisien dapat menyebabkan pemborosan obat dan waktu.

Beberapa orang mungkin menggunakan nebulizer terlalu sering atau dalam dosis yang tidak sesuai, yang dapat menyebabkan penggunaan obat yang tidak efisien dan lebih mahal.

6. Keterbatasan Nutrisi

Penggunaan nebulizer yang berlebihan dapat menyebabkan anak tidak dapat makan atau minum dengan baik karena ia mungkin merasa kenyang atau terganggu.

Hal ini dapat menyebabkan keterbatasan asupan nutrisi yang diperlukan untuk pemulihan dan pemulihan yang baik.

7. Gangguan Tidur

Penggunaan nebulizer yang sering pada malam hari atau di saat anak harus istirahat dapat mengganggu pola tidur anak.

Hal ini dapat menyebabkan anak menjadi lebih rewel dan lelah karena gangguan tidur yang berulang.


4 dari 4 halaman

8. Penundaan Diagnosis Masalah Kesehatan yang Mendasari

Penggunaan nebulizer yang berlebihan dapat menyembunyikan gejala masalah kesehatan yang mendasari, seperti infeksi paru-paru atau asma.

Nebulizer mungkin dapat meredakan gejala sementara, tetapi jika ada masalah kesehatan yang lebih serius, maka diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai mungkin tertunda.

Selain menyadari dampak negatif dari penggunaan nebulizer yang berlebihan, penting bagi para orang tua atau pengasuh untuk memahami pentingnya upaya pencegahan stunting pada anak.

Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah stunting adalah sebagai berikut:

- Memberikan Asupan Gizi yang Seimbang

- Air Putih yang Cukup

- Imunisasi yang Rutin

- Praktik Cuci Tangan yang Baik

Dalam menghadapi batuk dan pilek pada anak, penting untuk mengambil pendekatan yang bijaksana dan tidak bergantung terlalu banyak pada nebulizer.

Ketika anak mengalami batuk dan pilek yang ringan, mengandalkan perawatan rumah seperti istirahat, minum air yang cukup, dan perawatan mandiri mungkin sudah cukup.


Jika gejala anak semakin parah atau berlanjut dalam waktu yang lama, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan perawatan yang sesuai.

Penggunaan nebulizer harus dilakukan sesuai dengan petunjuk dokter dan tidak digunakan secara berlebihan.

Tindakan ini dianjurkan agar anak dapat pulih dengan cepat dan mengurangi risiko dampak negatif yang mungkin terjadi.

Artikel ini telah tayang di dengan judul Orangtua Wajib Tahu Dampak Anak Sering Diuap Pakai Nebulizer Saat Batuk Pilek

Selanjutnya