zoom-in lihat foto Fajri 300 Kg Meninggal Karena Syok Sepsis, Kenali Bahaya Obesitas bagi Kesehatan Tubuh
Moch Fajri Rifana Meninggal Dunia/ Fajri 300 Kg Meninggal Karena Syok Sepsis, Kenali Bahaya Obesitas bagi Kesehatan Tubuh. (Wawan Kurniawan/Getty Images)

TRIBUNJUALBELI.COM – Masih ingat dengan Fajri pria obesitas yang punya berat badan 300 kg?

Moch Fajri Rifana, pasien obesitas dengan estimasi bobot 300 kilogram (kg) dikabarkan meninggal dunia dengan pemicunya adalah syok sepsis.

Dokter Spesialis Anestesi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Cipto Mangunkusumo atau RSCM Jakarta, Sidharta Kusuma Manggala menyampaikan kabar tersebut dalam konferensi pers pada Kamis, 22 Juni 2023.

Cek Harga Obat Diabetes untuk Obesitas British Propolis - Bojonegoro

Dalam sebulan ke belakang sebelum pasien dibawa ke RSCM, kondisinya sudah tidak bisa tidur terlentang.

Itu artinya sudah ada masalah medis yang cukup serius dengan kardiorespirasi atau paru-paru serta jantungnya.

Dr. Sidharta mengatakan bahwa kondisi Fajri datang ke RSCM sudah mengalami sesak napas yang semakin berat hingga membutuhkan alat bantu pernapasan berupa ventilator.

Selama di rumah sakit kondisi Fajri belum membaik karena infeksi kaki yang sudah berkembang parah ditambah infeksi paru-paru, yang disebut syok sepsis.


Syok sepsis adalah kondisi di mana muncul respons tubuh terhadap infeksi yang berat.

Belajar dari kasus Fajri, untuk mengingatkan diri kita mengenai bahaya dari obesitas, berikut ini terdapat beberapa bahaya obesitas yang mengancam tubuh kita.

2 dari 4 halaman

Bahaya Obesitas bagi Kesehatan Tubuh

1. Penyakit Jantung

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), orang dengan obesitas berisiko tinggi mengalami penyakit jantung, meski tampak sehat secara medis.

Melalui penelitian dalam European Heart Journal, para peneliti mempelajari data kesehatan lebih dari setengah juta orang di 10 negara Eropa, termasuk Inggris.

Beli Disini Obat Pelangsing Badan Grape Extract Penurun Berat Badan Herbal

Hasilnya, tekanan darah, kadar kolesterol, dan tingkat gula darah normal tidak menjamin kesehatan jantung di kalangan orang-orang berbadan gemuk.

Bahkan, setelah dilakukan kajian selama lebih dari 12 tahun, sebanyak 7.637 orang dalam penelitian ditemukan menderita penyakit jantung.


2. Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 terjadi ketika gula darah kamu lebih tinggi dari biasanya.

Seiring waktu, ini dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit jantung, kerusakan saraf, stroke, penyakit ginjal, dan masalah penglihatan.

3 dari 4 halaman

Jika kamu mengalami obesitas, kehilangan hanya 5 sampai 7 persen dari berat badan kamu dan berolahraga secara teratur dapat mencegah atau menunda timbulnya diabetes tipe 2.

Cek Harga Herbalov Diet Bahagia Turun Berat Badan Dalam Hitungan Minggu - Gresik

3. Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi yang biasa dikenal dengan istilah hipertensi terjadi ketika tekanan darah mengalir terlalu tinggi melalui pembuluh darah.

Tekanan darah tinggi dapat membebani jantung, merusak pembuluh darah dan meningkatkan serangan jantung, penyakit ginjal dan kematian.

Ukuran tubuh yang kian membesar dapat meningkatkan tekanan darah.

Sebab jantung akan memompa darah lebih kuat ke seluruh tubuh.


4. Stroke

Stroke dan penyakit jantung memiliki banyak faktor risiko yang sama.

Stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terputus.

4 dari 4 halaman

Stroke dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak dan mengakibatkan berbagai kecacatan, termasuk gangguan bicara dan bahasa, melemahnya otot, dan perubahan kemampuan berpikir dan penalaran.

Tinjauan tahun 2010 terhadap 25 penelitian dengan hampir 2,3 juta peserta menemukan bahwa obesitas meningkatkan risiko stroke sebesar 64 persen.

Beli Disini Noera Slimming Tea Detox Tea Teh Peluntur Lemak Penurun Berat Badan

5. Batu Empedu

Kegemukan atau obesitas ternyata juga membuat Anda lebih berisiko terhadap penyakit batu empedu, terutama pada wanita.

Para ahli menemukan bahwa pasien obesitas memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi dalam empedu.


Hal tersebut ternyata bisa menyebabkan pembentukan batu empedu.

Meski begitu, penyandang obesitas juga memiliki bahaya terhadap pembesaran kantong empedu yang memengaruhi fungsinya.

Jumlah lemak yang banyak di sekitar pinggang sangat mungkin mengembangkan batu empedu.

Hal tersebut dibandingkan dengan mereka yang memiliki lemak di sekitar pinggul dan paha. 

Cek Harga Obat Diabetes untuk Obesitas British Propolis - Nganjuk

6. Masalah Pernapasan

Obesitas terutama kelebihan lemak di bagian perut dapat memperburuk fungsi paru-paru, sehingga menyebabkan masalah pernapasan.

Selain itu, dilansir dari laman News Medical, pengendapan jaringan lemak di dinding perut dan sekitar organ perut menghambat pergerakan diafragma.

Kondisi tersebut mengurangi ekspansi paru selama inspirasi atau fase menghirup, sehingga mengurangi kapasitas paru-paru.


7. Kematian Dini

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), obesitas di seluruh dunia kerap dikaitkan dengan penyebab utama kematian.

Pasalnya, orang yang mengalami obesitas lebih berisiko mengalami penyakit serius, termasuk penyakit jantung.

Bukan hanya kematian dini dan sederet bahaya yang telah disebutkan, kegemukan juga dapat meningkatkan risiko:

- Penyakit kandung empedu

- Osteoartritis atau kerusakan tulang rawan dan tulang di dalam sendi

- Kualitas hidup rendah

- Gangguan mental seperti depresi dan kecemasan

- Nyeri tubuh dan kesulitan menggunakan bagian tubuh.

Nah itu dia merupakan bahaya dari obesitas yang dapat memicu sejumlah penyakit berbahaya bahkan termasuk kematian. (*)

(Pramanuhara/TribunJualbeli.com)

Selanjutnya