TRIBUNJUALBELI.COM - Setelah Bayi Debora dinyatakan meninggal dunia, seorang suster rumah sakit menghampiri keluarga bayi malang itu.
Suster Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres itu mengatakan kalau sesuai prosedur, jenazah harus dibawa pulang pakai ambulans, atau minimal mobil tertutup.
(Baca: Miliki Kendaraan Ini Agar Kamu Nyaman Berpergiaan)
Karena masih kalut meratapi putri kecilnya tak bisa terselamatkan, sang ibu Henny Silalahi hanya bisa diam.
Seorang sahabat yang mendapingi Henny justru menyampaikan kekesalannya kepada sang suster.
"Enggak usah ngomongin prosedur! Kalau prosedur mestinya nyawa anak ini diduluin daripada duit" ujar Henny menirukan apa yang dikatakan sahabatnya, dilansir dari kompas.com.
Namun tampaknya kedua orangtua bayi Debora, baik Henny maupun sang suami, Rudianto Simanjorang tak mau lagi berurusan dengan pihak rumah sakit.
Mereka lebih memilih membawa pulang jenazah anaknnya menggunakan sepeda motor.
Pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres sempat bersikeras agar jenazah bayi Debora dibawa dengan ambulans.
Mereka mengingatkan Henny dan suaminya akan kemungkinan adanya razia di jalan.
Saat itu Henny tetap bersikeras membawa pulang jenazah bayinya dengan sepeda motor.
Ia pun meminta suster segera melepas peralatan medis dari tubuh anaknya.
Sementara, sang suami, Rudianto, sibuk melunasi biaya perawatan.
Rudianto harus membayar sekitar Rp 6 juta sesuai kuitansi yang disodorkan pihak rumah sakit.
Sejumlah uang itu harus dibayarkan agar surat kematian segera dikeluarkan.
Masih mengenakan baju tidur dan tanpa alas kaki, Henny serta Rudianto membawa jenazah bayi Debora pulang ke rumah untuk dimakamkan.
Namun lagi-lagi, pihak rumah sakit kembali melakukan hal yang tak mengenakkan.
Henny ingat, ketika mereka akan pergi, seorang suster sempat menghampiri mereka.
Suster itu mengatakan bahwa selimut yang membungkus tubuh bayi itu tak bisa dibawa pergi.
Dengan kesal, Henny melempar selimut itu dan tancap gas membawa bayi Debora pulang naik motor.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!