zoom-in lihat foto Mengejutkan, Ponsel Asal Paman Sam Ini Berhasil Menggeser Dominasi Ponsel Pribumi di Negeri Tirai Bambu
Foto Ilustrasi (blogspot.com)

TRIBUNJUALBELI.COM - Pengguna gadget di China ternyata lebih mengidamkan Apple ketimbang Samsung.

Hal ini diketahui dari laporan Korea International Trade Association mengenai total pemakaian smartphone berdasarkan merek.

Angka dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa smartphone yang paling banyak dipakai di China adalah iPhone.

Total pemakainya mencapai 171 juta orang.

Sementara itu, Samsung berada di urutan cukup bawah.

Total pemakai smartphone asal Korea Selatan ini hanya sebanyak 48 juta orang.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Apple Insider, Sabtu (9/9/2017), laporan itu menunjukkan angka pemakaian smartphone merek lain, yakni Huawei, Oppo, Vivo dan Xiaomi.

Ke-empatnya merupakan merek lokal asal China dan memiliki jumlah pengguna lebih besar ketimbang Samsung.

Peringkat kedua terbanyak dipakai adalah Huawei yang jumlah pemakainya tercatat 132 juta orang.

Ketiga adalah Oppo dengan total 124 juta orang.


2 dari 3 halaman

Peringkat keempat adalah Vivo yang mencatatkan jumlah pemakai 108 juta orang.

Sedangkan Xiaomi, di peringkat kelima, mencatatkan jumlah pemakai sebanyak 68 juta orang.

Samsung sendiri berada di peringkat keenam.

Harga murah menjadi pembeda

Mengapa Samsung bisa berada di posisi itu?

Salah satunya disebabkan kesuksesan merek-merek China dalam menjalankan strategi harga.

Penjualan Huawei, Oppo, Vivo, dan Xiaomi sedang tumbuh pesat akibat lini produk yang harganya terjangkau.

Laporan tersebut memberi catatan bahwa 64 persen smartphone yang terjual di China pada kuartal kedua 2017 memiliki banderol kurang dari 300 dollar AS atau sekitar Rp 3,9 juta.

Sedangkan smartphone dengan harga di atas 600 dollar AS atau sekitar Rp 7,9 juta hanya meraup 6,4 persen penjualan.

3 dari 3 halaman

Merek asal China sendiri memiliki popularitas tinggi di kalangan anak muda.


Bahkan bagi Oppo, yang menduduki posisi ketiga dalam laporan tersebut, laris di kalangan pengguna usia 16 hingga 25 tahun.

Di sisi lain, laporan itu juga menunjukkan bahwa pengguna Oppo dan Vivo cenderung kurang loyal.

Sekitar seperempat pengguna kedua merek tersebut cenderung beralih ke merek lain saat kedua kalinya membeli smartphone.

Berbeda dengan iPhone yang lebih dari 53,4 persen penggunanya akan memilih untuk kembali menggunakan merek yang sama.

Sementara itu, hanya 7,2 persen saja yang akan kembali membeli smartphone buatan Samsung.

Meski perhatian terpusat kepada Apple, tidak dapat dipungkiri bahwa pangsa pasar smartphone kategori low-end sedang tumbuh pesat di China.

Selanjutnya