TRIBUNJUALBELI.COM - Belum lama ini, kembali ramai mengenai kasus leptopspirosis di beberapa platform sosial media.
Hal ini tentunya menjadi perhatian masyarakat, karena sudah banyak korban yang menderitanya baru-baru ini.
Lalu apasih Leptospirosis itu dan bagaimana ya gejala hingga pencegahannya?
Cek Harga Koyo Ajaib Turki PNG untuk Berbagai Penyakit -Tuban
Leptospirosis merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira.
Bakteri ini dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi.
Beberapa hewan yang bisa menjadi perantara penyebarannya adalah tikus, sapi, anjing, dan babi.
Seperti yang beredar dan meramaikan Indonesia saat ini, ada enam warga Kota Semarang, Jawa Tengah meninggal dunia akibat Leptospirosis pada Selasa (25/10/2022).
Beli Disini Krisbow Sepatu Boot Pengaman
Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat sudah ada 22 kasus Leptospirosis di Semarang.
Sehubungan dengan hal ini, Dinas Kesehatan Kota Semarang memohon agar warga melindungi luka sekecil apapun karena bakteri Leptospira ini bisa terkontaminasi melalui luka tersebut.
Berikut ini 6 hal yang perlu kamu ketahui dari Leptospirosis.
1. Dikenal penyakit penyerta banjir
Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), leptospirosis dikenal sebagai penyakit penyerta banjir.
Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui kencing tikus berupa bakteri yang masuk melalui kulit yang lecet atau selaput lendir pada saat kontak dengan banjir atau genangan air sungai hingga selokan dan lumpur.
2. Gejala Leptospirosis
Berikut ini adalah gejala penyakit leptospirosis yang dapat dirasakan oleh pasien yang terjangkit, yakni:
- Demam mendadak
- Lemah
- Mata merah
- Kekuningan pada kulit
- Sakit kepala
- Nyeri otot betis
- Diare
- Ruam
- Sakit perut
Banyak dari gejala ini dapat disalahartikan sebagai penyakit lain.
Selain itu, beberapa orang yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali.
Waktu antara paparan seseorang ke sumber yang terkontaminasi dan menjadi sakit adalah 2 hari sampai 4 minggu.
Beli Disini Kunyit Bubuk Herbal Maseo TURMERIC 100gr
3. Fase infeksi Leptospirosis
Dilansir dari CDC, infeksi leptospirosis biasanya dimulai tiba-tiba dengan demam dan gejala lainnya.
Leptospirosis dapat terjadi dalam dua fase:
- Setelah fase pertama (dengan demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, muntah, atau diare) pasien dapat sembuh untuk sementara waktu tetapi menjadi sakit lagi.
- Jika fase kedua terjadi, itu lebih parah; orang tersebut mungkin mengalami gagal ginjal atau hati atau meningitis.
Penyakit ini berlangsung dari beberapa hari sampai 3 minggu atau lebih. Jika tidak diobati, pemulihan mungkin memakan waktu beberapa bulan.
Cek Harga Ruko Obat Sakit Sendi Tangan Kiri Gramafit - Bekasi
4. Hewan yang terinfeksi tak bergejala
Sebagai informasi, bakteri penyebab leptospirosis menyebar melalui urine hewan yang terinfeksi, yang dapat masuk ke air atau tanah dan dapat bertahan hidup di sana selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Ketika hewan-hewan ini terinfeksi, mereka mungkin tidak memiliki gejala penyakit.
Hewan yang terinfeksi dapat terus mengeluarkan bakteri ke lingkungan secara terus menerus atau sesekali selama beberapa bulan hingga beberapa tahun.
5. Cara penularan ke manusia
Adapun penularan leptospirosis dari hewan yang terinfeksi ke manusia bisa melalui dua cara, antara lain:
- Kontak dengan urine (atau cairan tubuh lainnya, kecuali air liur) dari hewan yang terinfeksi.
- Kontak dengan air, tanah, atau makanan yang terkontaminasi urin hewan yang terinfeksi.
Beli Disini Racoon Racun Tikus BAYRATT Mati Kering Tidak Meninggalkan Bau
Bakteri dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau selaput lendir (mata, hidung, atau mulut), terutama jika kulit rusak karena tergores atau tergores.
Minum air yang terkontaminasi juga dapat menyebabkan infeksi.
Wabah leptospirosis biasanya disebabkan oleh paparan air yang terkontaminasi, seperti air banjir.
Penularan dari orang ke orang jarang terjadi.
Cek Harga Paling Ampuh Obat Diabetes British Propolis - Blitar
6. Pencegahan Leptospirosis
Setelah mengetahui berbagai gejala yang ditimbulkan apabila pasien terpapar bakteri leptospirosis, maka penting untuk mengetahui tindakan pencegahannya, yakni:
- Menggunakan sarung tangan dan sepatu boots saat membersihkan rumah/selokan.
- Mencuci tangan dengan sabun setelah selesai beraktivitas.
Dengan mengetahui berbagai hal di atas, diharapkan masyarakat dapat bersiap dan berhati-hati terhadap penyakit penyerta banjir, seperti leptospirosis.
Beli Disini Natura Hand Wash Fresh Yuzu 500 ml
Segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala leptospirosis seperti yang telah disebutkan diatas, agar bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin dari para petugas kesehatan. (*)
(Pramanuhara/TribunJualbeli.com)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!