TRIBUNJUALBELI.COM - Rusaknya Satelit Telkom 1 berdampak luas kepada masyarakat.
Layanan ribuan anjungan tunai mandiri (ATM) sejumlah bank tiba-tiba tak bisa digunakan alias offline.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk pun sudah meminta maaf kepada masyarakat atas hal ini.
Layanan pelanggan Satelit Telkom 1 pun dipastikan menunggu kurang lebih dua minggu hingga layanan kembali normal.
"Kami targetkan semua tuntas pada 10 September 2017 nanti," ujar Direktur Utama Telkom Alex Sinaga dalam konferensi pers di Graha Merah Putih Telkom, Jakarta, Senin (28/8/2017).
Telkom sendiri sudah membuat 3 prioritas dalam penanganan rusaknya Satelit Telkom 1.
Pertama, Telkom memprioritaskan migrasi layanan milik pemerintah rampung lebih dulu karena berkaitan dengan pelayanan masyarakat.
Kedua, prioritas layanan yang diperbaiki yaitu layanan publik.
Adapun prioritas ketiga dan terakhir adakah membenahi layanan perusahaan-perusahaan swasta sebagai partner Telkom.
Telkom memutuskan untuk melakukan migrasi layanan pelanggan Satelit Telkom 1 menyusul terjadinya gangguan pada satelit tersebut.
Selain memindahkan layanan ke Satelit Telkom 2 dan Telkom 3S, Telkom juga memanfaatkan satelit lain di luar Telkom, termasuk satelit asing.
Akibat kerusakan itu, layanan 63 pelanggan yang menggunaan satelit Telkom 1 terganggu.
Tak hanya bank, layanan pemerintahan, pengguna layanan Telkomsel, hingga layanan korporasi swasta juga ikut terganggu.
Namun kini PT Telkom telah mengumumkan bahwa satelit Telkom 1 sudah tidak bisa dioperasikan lagi.
Muncul bukti baru yang mengindikasikan bahwa satelit tersebut mulai pecah berkeping-keping.
Debris (serpihan) satelit Telkom 1 tersebut tertangkap oleh salah satu teleskop milik perusahaan yang memantau objek geostationer Bumi yang berbasis di Amerika Serikat, yakni ExoAnalytic Solutions.
Dikutip dari ARS Technica, Kamis (31/8/2017), perusahaan tersebut menggunakan algoritma untuk me-review data dari 165 teleskop optik yang tersebar di penjuru Bumi.
Algoritma tersebut mencari kejadian anomali.
Salah satu teleskop yang berada di Australia dilaporkan mendeteksi serpihan yang diduga berasal dari satelit Telkom 1.
"Terlihat banyak materi reflektif yang menyebar dari satelit itu," ujar CEO ExoAnalytic, Doug Hendrix dalam sebuah wawancara.
"Serpihan itu bisa jadi panel surya, bahan bakar, atau serpihan lain, kami belum bisa memastikan," kata Hendrix.
Sebelumnya, pada Rabu (30/8/2017) lalu, Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Alex Sinaga mengungkapkan satelit Telkom 1 yang sebelumnya mengalami gangguan, sudah tidak bisa digunakan.
Hal ini merupakan hasil investigasi yang dilakukan oleh Telkom bersama produsen Telkom 1, Lockheed Martin.
Lockheed Martin kemudian menyarankan agar PT Telkom mematikan (shut down) satelit Telkom 1, untuk menghindari adanya interferensi dengan satelit lain.
Satelit Telkom 1 diketahui diluncurkan pada 13 Agustus 1999 dan diklaim memiliki usia desain 15 tahun.
(Kompas.com/Reska K. Nistanto dan Yoga Sukmana)
Berita ini sudah tayang di Kompas.com, dengan judul Satelit Telkom 1 Dikabarkan Pecah Berkeping-keping

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!