TRIBUNJUALBELI.COM - Kehadiran aplikasi khusus kehamilan di era milenial ini tentu sangat memudahkan para wanita yang sedang hamil.
Berbagai informasi seputar kehamilan bisa didapatkan calon ibu.
(Baca: Lengkapi Perlengkapan untuk Menyambut Calon Bayi Setelah Usia Kandungan 7 Bulan)
Tentu hal itu sesuai dengan usia kandungan yang dijalani.
Bahkan melalui aplikasi itu, setiap minggunya sang ibu bisa memantau perkembangan janin.
Namun sayangnya ada beberapa aplikasi yang justru memberikan informasi yang kurang akurat.
Bahkan ada juga yang membagikan infomasi berbahaya yang membuat sang Ibu panik.
Hal itu telah dihimbau oleh para bidan yang bergabung dalam organisasi Tommy's Midwives di Inggris.
Para bidan menghimbau agar para ibu tak mudah percaya dengan aplikasi kehamilan yang sedang populer.
Salah satu aplikasi yang perlu diwaspadai adalah The Period Tracker.
Sebenarnya aplikasi ini didesain untuk membantu para ibu memantau siklus bulanannya.
Hingga bisa mencari tahu masa ovulasi dan konsepsi yang tepat supaya bisa cepat hamil.
Begitu kehamilan terjadi, aplikasi ini juga akan memberikan informasi seputar kehamilan setiap minggunya.
Namun memasuki minggu ke-35, aplikasi ini menyebutkan bahwa berkurangnya pergerakan bayi menjelang akhir kehamilan adalah hal yang normal.
Padahal menurut para bidan, dokter kandungan, serta lembaga kesehatan seperti National Health Service (NHS) menegaskan bahwa informasi yang disampaikan The Period Tracker adalah salah.
Padahal menurut mereka, setiap janin memiliki pola pergerakan yang unik dan berbeda-beda.
Namun, umumnya pola pergerakan ini tidak berubah menjelang akhir kehamilan.
Jika bayi Ibu jadi cenderung kurang bergerak, bisa jadi ini adalah pertanda kondisinya kurang sehat.
Oleh sebab itu, seorang Ibu sebaiknya segera berkonsultasi pada bidan atau dokter.
Informasi yang menyesatkan dari aplikasi The Period Tracker bisa membuat para Ibu tidak curiga ketika bayi dalam kandungannya menjadi kurang aktif dibandingkan sebelumnya.
Para ahli menduga, informasi ini tidak didukung oleh data ilmiah, melainkan didasari oleh informasi maupun mitos yang banyak beredar.
Padahal menurut teori dan kenyataan, ketika ruang gerak bayi di dalam kandungan semakin terbatas, memang benar ia jadi jarang melakukan gerakan seperti berbalik atau berguling.
Namun, bayi masih tetap aktif menggunakan kedua tangannya, sesekali menendang, dan beberapa gerakan kecil lainnya.
Ibu seharusnya masih bisa merasakan gerakan seperti ini secara teratur hingga persalinan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!