TRIBUNJUALBELI.COM - Perkembangan hunian menujukkan banyak sekali kemajuan.
Mengikuti harga tanah yang semakin tahun akan semakin naik.
Lokasi dan tempat menjadi salah satu faktor penting untuk berkembang.
Salah satu kawasan yang menjadi tempat pengembangan kawasan komersial dan residensial baru dinilai potensial, yaitu Karawang Jawa Barat.
Cek Harga : Dijual Rumah Baru Siap Huni Tipe 42 Lokasi Beba Banjir Nego - Depok
Dilansir dari Kompas.com, Selain sudah terbentuk pasarnya sebagai bagian dari dampak turunan majunya kawasan industri, ditopang juga dengan konektivitas dari ketersediaan infrastruktur yang relatif lengkap.
Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, terbentuknya populasi yang menciptakan permintaan properti di Kabupaten Karawang menjadi salah satu keunikan.
Terutama dibandingkan dengan kawasan komersial dan hunian eksisting di wilayah Barat seperti Kabupaten dan Kota Tangerang atau Tangerang Selatan.
Dapatkan set sapu pengki alat pembersih disini
”Jadi memang start-nya beda. Di wilayah Barat, misalnya, itu start-nya dimulai dengan pembangunan township terlebih dahulu. Artinya dimulai dari mengumpulkan dan menarik minat populasi, menjadi Kawasan alternatif di luar Jakarta,” ungkapnya dalam keterangannya, Jumat (15/7/2022).
Setelah itu, diikuti dengan kebutuhan lain baik itu komersial maupun sarana dan prasarana pendukung seperti rumah sakit dan sekolah.
Di banyak negara, kawasan industri yang besar memang menciptakan kebutuhan rumah.
Termasuk Karawang sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
Seiring dengan terus meningkatnya realisasi investasi termasuk investasi pada manufaktur berbasis teknologi tinggi dan kendaraan listrik, Ferry menilai, potensi properti di Karawang naik kelas secara jangka panjang sangat terbuka lebar.
”Awalnya memang banyak tenaga kerja kasar.
Cek Harga : Dijual Rumah Ekslusif 2,5 Lantai Bangunan Tahan Gempa 10 SR Full Furnished - Jogja
Semakin ke sini, karena banyak industri otomotif mulai dari berbahan bakar konvensional sampai Electric Vehicle di Karawang, ditambah lagi dengan perkembangan Data Center di sana maka profil tenaga kerja di Karawang semakin meningkat,” tutur Ferry.
Situasi itu memicu potensi gengsi properti di Karawang akan semakin tinggi karena melibatkan teknologi masa depan.
Ditambah lagi dengan semakin banyaknya ekspatriat dari berbagai negara seiring dengan realisasi investasi dari perusahaan kelas dunia di Karawang.
Didukung juga dengan konektivitas infrastruktur dari dan menuju Karawang seperti jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jakarta-Cikampek-Elevated (MBZ), Jalan Tol Jakarta-Cikampek II, dan Jalan Tol Lingkar Luar II Sentul-Karawang Barat.
Dapatkan horden minimalis disini
Selain itu, Karawang juga dekat dengan Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Patimban dengan jarak masing-masing 70 kilometer.
Lalu, akses Bandara Soekarno-Hatta dengan jarak 90 kilometer dan Bandara Kertajati 122 kilometer.
Berdasarkan PP 13 Tahun 2017 dan Permenhub 69 Tahun 2013, rencananya, akan dibangun Bandara Soekarno-Hatta II di Karawang.
Akses transportasi lainnya adalah rel kereta, yakni Stasiun Karawang, Stasiun Cikampek, dan Transit Oriented Development (TOD) Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
”Sehingga kalau terkonsentrasi di daerah sana, begitu ekosistem residensial dan komersial terbentuk, ada kemungkinan naik kelas,” ungkap Ferry.
Saat ini, sejumlah pelaku usaha di sektor properti terkemuka juga turut mengembangkan wilayah Karawang melalui proyek properti yang disesuaikan dengan kebutuhan market saat ini.
Cek Harga : Dijual Rumah Hook Graha Taman Bunga BSB Siap Huni - Semarang
Sebut saja Agung Podomoro, Summarecon dan Sinarmas group.
Menurut Ferry, pengembang ini termasuk bagian dari sedikit perusahaan pengembang berskala besar yang sudah jauh-jauh hari melirik Karawang.
Meski belum banyak, diyakini perusahaan besar seperti Agung Podomoro akan cukup untuk menjadi pemicu perkembangan kawasan di sana.
”Korporasi besar itu inisiator. Seperti Agung Podomoro, itu sebenarnya sudah cukup untuk memulainya.
Dapatkan Alat pel set pembersih disini
Begitu mereka investasi di Karawang, maka akan terjadi percepatan perkembangan hunian dan komersial di sana,” ungkap dia.
Pihaknya juga mengapresiasi perusahaan properti seperti Agung Podomoro, Summarecon dan Sinarmas group yang menawarkan Karawang sebagai hunian alternatif baru.
”Ya memang semua berlomba untuk menemukan tujuan baru.
Kalau dikembangkan di sini-sini (Jabodetabek) saja ya jenuh.
Digiring agak jauh tapi tetap nyaman, fasilitasi semua, itu jadi potensi baru terus,” ucapnya.
Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kawasan Hunian di Karawang Berpotensi Makin Berkembang"
Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!