TRIBUNJUALBELI.COM - Esport? Tahukah Anda dengan istilah ini?
Bagi mereka yang menyukai dunia game, istilah Esport pasti sudah tidak asing lagi.
Esport atau olahraga elektronik saat ini sangat diminati, terbukti dari tingginya peminat dalam setiap kompetisi yang diadakannya.
Sebelum adanya Esport, keberadaan game merupakan sebuah problematika bagi keluarga.
Cek harga HP iPhone 11 64GB Purple Seken Fullset Normal No Minus - Semarang
Tak hanya itu, banyak pasangan yang mengalami cek-cok hanya karena salah satunya sering bermain games.
Namun, belakangan ini, bermain game tidak lagi menjadi kegiatan yang membuang-buang waktu.
Pasalnya, akhir-akhir ini banyak prestasi di Indonesia yang dihasilkan oleh para pemain games.
Bahkan, bermain game kini menjadi sebuah profesi tersendiri di berbagai negara.
Seperti halnya dalam event Sea Game 2022 di Vietnam lalu, game olahraga elektronik eSports turut menyumbangkan beberapa medali.
Bahkan, salah satu cabang esport yaitu PUBG Mobile mendapatkan medali emas.
Beli TOPUP MLB DIAMOND MOBILE LEGENDS disini
Dilansir Grid.ID dari Kompas.com, meski sama-sama berangkat dari dunia game, tetapi gaming dan eSports memiliki perbedaan yang jelas.
Menurut pengamat gaming dan eSports, Deddy Irvan, eSports merupakan game yang dipakai untuk profesi, sementara gaming hanya mengisi waktu luang dengan bermain game.
Gamer tidak sama dengan atlet eSports.
Para gamer hanya bermain game untuk sebuah hobi bukan profesi, sedangkan atlet eSports khusus dipilih yang terlatih dan memenuhi syarat.
Dilansir dari beberapa sumber, inilah perbedaan antara gamers dan atlet eSports
Cek harga HP Samsung Galaxy Note 10 RAM 8 GB Bekas Seperti Baru Siap Pakai - Mojokerto
Gamers
Para gamer biasanya hanya bermain game tanpa tujuan finansial.
Game yang dimainkan juga tergolong bebas sesuai dengan keinginannya.
Tak hanya itu, pemain game hanya bermain game sebagai pengisi waktu luang.
Berbeda halnya dengan para atlet eSports.
Yuk dapatkan CHIP PAYLATER MURAH HIGGSDOMINO ECERAN
Atlet eSports
Eddy menjelaskan secara detail pemain game yang dinyatakan sebagai atlet eSports.
Atlet eSports memainkan games untuk sebuah profesi, sehingga dijalankan secara serius.
Atlet eSports dipacu otaknya untuk game strategi, bahkan otaknya aktif 110 persen sehingga mesti punya fisik prima.
Karena eSports merupakan permainan otak, para atlet eSports harus memiliki pengetahuan logic yang kuat, yang ditunjukan dari kemampuannya dalam bidang Matematika dan Fisika.
Hal tersebut bertujuan untuk mendukung kemajuan prestasinya di kemudian hari.
Atlet eSports harus mengutamakan pendidikan.
Pasalnya, pada usia 27 dan 28 tahun, atlet eSports akan turun sehingga para atlet eSports tetap harus memiliki bekal pendidikan untuk kehidupannya mendatang.
Semua kategori tersebut disampaikan Eddy berdasarkan pada nilai-nilai Olympism.
Olympism merupakan sebuah falsafah hidup dan cita-cita untuk menggabungkan olahraga, budaya, dan pendidikan.
Nilai-nilai Olympism ini juga menjadi prinsip Olimpiade, simbol dan elemen-elemen ikon Olimpiade lainnya. (*)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!