Namun, rokok bukanlah metode diet atau turun berat badan yang dianjurkan kalau Anda ingin punya berat badan ideal.
Lagipula risiko kesehatan dari merokok tidak sebanding dengan kehilangan beberapa kilogram di timbangan.
Meski begitu, merokok juga justru bisa membuat berat badan Anda naik. Bagaimana bisa?
Meskipun merokok dapat memberikan efek menurunkan nafsu makan, hal ini belum tentu berlaku bagi setiap perokok.
Pasalnya, sejumlah penelitian menunjukkan perokok berat justru lebih rentan mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
Menurut penelitian dalam jurnal Obesity, kebiasaan merokok mengganggu indra pengecap Anda di mulut.
Akibatnya, ketika Anda makan atau minum, Anda sudah tidak bisa menikmati rasa makanan seperti dulu lagi.
Anda pun jadi tergoda untuk menambahkan rasa, misalnya gula.
Padahal, kelebihan kadar gula akan disimpan jadi cadangan lemak dalam tubuh.
Ini yang akan membuat berat badan Anda bertambah.
Selain itu, sejumlah penelitian membuktikan bahwa perokok cenderung lebih gampang memilih makanan berlemak yang kalorinya tinggi seperti gorengan dan junk food.
Ditambah lagi fakta bahwa banyak perokok kurang berolahraga serta kurang asupan nutrisi dari sayur dan buah.
Hal-hal tersebut akhirnya membuat seorang perokok rentan kelebihan berat badan.
Jadi, coba pikir-pikir lagi kalau Anda ingin merokok demi menurunkan berat badan.
Selain tidak dijamin bikin kurus, berat badan Anda justru bisa bertambah karenanya.
Lebih baik Anda fokus menjalani gaya hidup sehat yang lebih aman.
Masih banyak cara sehat lain yang bisa Anda tempuh untuk mencapai berat badan ideal, misalnya dengan berhenti merokok, berolahraga, menjaga pola makan sehat, dan cukup tidur. (Kompas.com/Wisnubrata)
Berita ini sudah tayang di Kompas.com, tanggal 18 Agustus 2017 pukul 06.19 WIB dengan judul "Apa Merokok Bisa Bikin Kurus? Ini Faktanya"

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!