TribunJualBeli.com

Banyak Penipuan Perumahan Berkedok Syariah, Ketahui Tips Memilih Hunian yang Tepat Menurut MUI

zoom-in Banyak Penipuan Perumahan Berkedok Syariah, Ketahui Tips Memilih Hunian yang Tepat Menurut MUI Cara agar dapat terhindar dari penipuan saat membeli hunian berbasis syariah | UNSPLASH/TIERRA MALLORCA via Kompas.com

Ada juga pengembang nakal dan bodong yang hanya menjadikan istilah syariah justru untuk menipu dan menjebak konsumen.

"Jadi meskipun berbasis syariah, konsumen wajib mengecek status pengembangnya, legalitas tanah yang dimilikinya dan dokumen penting lainnya. Hati-hati atau prudent itu penting karena ini menyangkut hak konsumen," kata Aiyub saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/01/2022).

Untuk mencegah terjadinya penipuan, konsumen yang ingin membeli hunian berbasis syariah harus mengecek terlebih dahulu status kepemilikan tanah pengembang tersebut.

BACA JUGA: Dijual Rumah Syariah 2 Lantai Harga 1 Lantai 4KT 2KM Lokasi Nyaman - Cilegon

BACA JUGA: Dijual Rumah Syariah Tipe 50/84 3KT 1KM Harga Murah Bisa Cicil - Bandung

"Periksa pula dokumen atau surat kepemilikan tanahnya. Pastikan bahwa lahan yang akan dijual dan dibangun rumah itu sudah clean and clear," ujarnya.

Selanjutnya, pengembang perumahan syariah yang benar biasanya melakukan transaksi jual beli melalui lembaga keuangan atau perbankan syariah yang telah terdaftar melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Jadi kalau kaitannya dengan syariah, itu tanya juga akad yang digunakan itu apa, kalau pakai lembaga keuangan syariah yang diawasi oleh OJK itu sudah ada akad-akad standar yang sudah diatur," ucapnya.

Sebaliknya, jika pengembang tidak berani melakukan transaksi jual beli melalui mekanisme lembaga keuangan syariah resmi maka patut untuk dicurigai.

"Kalau tidak berani lewat lembaga keuangan syariah itu harus dicurigai bahwa pasti ada apa-apa di belakangnya," imbuhnya.

Oleh karena itu, MUI menyarankan konsumen yang ingin beli rumah untuk bertransaksi melalui lembaga keuangan syariah terverifikasi.

Karena itu masyarakat tidak perlu khawatir dengan riba, karena proses penetapan lembaga keuangan syariah pun dilakukan melalui kajian dan fatwa

Halaman
123

Editor: Lilyana Siradj
Sumber: Kompas.com




Artikel Terkait :