TRIBUNJUALBELI.COM - Suku Dayak di pulau Kalimantan terkenal memiliki budaya yang menarik untuk dipelajari.
Mulai dari tradisi adat yang hingga kini masih dipertahankan, hingga beragam kerajinan uniknya.
Salah satunya adalah hasil kerajinan tangan manik-manik yang dijadikan aksesoris oleh-oleh khas Kalimantan.
Namun di balik cantiknya kreasi manik-manik itu, ada cerita dan sejarahnya, lo. Dahulu, manik-manik diadikan baju oleh suku Dayak.
BACA JUGA: Kopyah/Peci Rotan Harga Murah Bahan Berkualitas Lebih Awet - Bantul
BACA JUGA: Kerajinan Tangan Macrame Handmade Bisa Custom Warna dan Ukuran - Karawang
Pada saat itu, orang-orang suku Dayak belum mengenal kain, sehingga mereka menyambung batu-batu kecil untuk kemudian dijadikan pakaian.
Inilah cikal bakal pakaian adat khas suku Dayak. Namun sekarang pengrajin menggunakan manik-manik, dan bukan batu.
Suku Dayak tidak hanya merangkai batu-batu menjadi hiasan, makna dari manik-manik ini ada pada warnanya.
Warna yang paling sering digunakan adalah merah, biru, kuning, hijau dan putih, yang masing-masing memiliki makna.
Warna Merah
Warna merah menunjukkan semangat hidup masyarakat Dayak.
Warna Biru
Kemudian warna biru artinya sumber kekuatan dari segala penjuru yang tidak mudah luntur.
Warna Kuning
Warna kuning menyimbolkan keagungan dan keajaiban.
BACA JUGA: Kerajinan Liontin Kayu Resin Forest Lanscape Dari Kayu Jati Asli - Kendari
BACA JUGA: Kerajinan Tas Rajut Bahan Benang Nilon dan Policery - Jogja
Warna Hijau
Manik berwarna hijau berarti kelengkapan isi alam semesta.
Warna Putih
Sedangkan warna putih berarti kesucian iman pada Sang Pencipta.
Luar biasa, ya, makna di baliknya?
Bukan hanya itu, batu-batu yang digunakan untuk membuat manik-manik pun punya arti, nih, teman-teman.
Jika manik-maniknya terbuat dari batu akik, maknanya untuk menyembuhkan penyakit dan membuat panen berhasil.
Manik dari batu kecubung juga artinya penawar penyakit atau racun dari hewan.
Motif yang dibentuk oleh para pengrajin kerajinan khas suku Dayak juga punya makna spesial, lo.
Misalnya motif palang tapak jalak dikenal cocok sebagai cindera mata karena dipercaya membawa keselamatan bagi pemakaianya saat melakukan perjalanan jauh.
Selain sebagai bahan untuk membuat pakaian adat, manik-manik suku Dayak merupakan simbol untuk mengusir kekuatan jahat, teman-teman.
Wah, rupanya di balik manik-manik cantik ternyata tersimpan banyak arti tersendiri bagi suku Dayak.
Memang budaya Indonesia selalu menarik untuk dipelajari, ya!
(bobo.grid/Avisena Ashari)
Artikel ini telah tayang di bobo.grid dengan judul Bukan Sekadar Aksesoris, Ada Makna di Balik Manik-Manik Suku Dayak

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!