zoom-in lihat foto Geliat Kerajinan Bambu Asal Trenggalek yang Laris di Pasaran
Ilustrasi Kerajinan Bambu

TRIBUNJUALBELI.COM – Kerajinan bambu sudah terkenal dan menjadi salah satu warisan nenek moyang.

Banyak kreasi kerajinan bambu yang sudah ada di pasaran dan banyak diminati oleh konsumen.

Bahkan pasaran kerajinan bambu juga menembus hingga pasaran internasional.

Kerajinan Rug Anyaman Seagrass Uk 100cm Warna Banyak - Kudus

Pasangan suami-istri bernama Soekarno (62) dan Bibit Andayani (52) sudah menekuni usaha pengolahan bambu sejak puluhan tahun.

Melansir dari Surya.co.id, pasangan tersebut mempunyai usaha kerajinan souvenir dan mebel yang bahkan sudah merambah pasar internasional.

Mereka berasal dari Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek dan memulai usaha kerajinan sejak tahun 1991.

Walaupun usaha kerajinan Soekarno sudah merambah pasar internasional, dia memutuskan lebih fokus pada pasar dalam negeri.

Produk kerajinan seperti keranjang tempat bunga banyak dipesan dari AS, Inggris, Italia, Singapura dan Malaysia.

Namun akibat kondisi pasar yang tidak menentu pada tahun 2008, akhirnya pasangan itu menghentikan pengiriman produk.

2 dari 3 halaman

Kerajinan Besek Teratai Anyaman Bambu Handmade - Yogyakarta

Setelah itu mereka mencoba kembali mengirim produk ke Korea, namun hanya bertahan hingga 2012.

Karena hal tersebut, mereka akhirnya fokus pada pasar dalam negeri dan produknya dikirim di berbagai wilayah.


Seperti Blitar, Malang, Surabaya, Jakarta dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia.

Kreasi dan olahan bambu yang dibuat tergantung dari pesanan konsumen.

Selain souvenir, Soekarno dan istri serta pekerjanya membuat kursi dan gazebo dari bambu.

Kerajinan Mini Basket Multi Fungsi Bahan Seagrass Ramah Lingkungan - Bandung

Kerajinan Wall Decor Untuk Hiasan Pintu Atau Sebagai Kado - Yogyakarta

Harga kerajinan bambu untuk souvenir tempat makan mulai dari Rp 6 ribu hingga Rp 150 ribu.

Sedangkan untuk mebel, harganya bervariasi mulai Rp 2,5 juta, Rp 3 juta dan untuk gazebo harganya Rp 2,5 juta per meternya.

3 dari 3 halaman

Walaupun sempat terdampak pandemi, saat ini omzet mereka berangsur membaik di kisaran Rp 7,5 juta hingga Rp 15 juta per bulan.

Selanjutnya