TRIBUNJUALBELI.COM - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memperkenalkan dua mobil konsep yang perdana hadir di dunia, DN Multisix dan DN F Sedan, Kamis (10/8/2017), pada ajang GIIAS 2017.
Pasar low MPV memang mengiurkan buat produsen otomotif Indonesia.
Setelah Mitsubishi meluncurkan Xpander, kini giliran Daihatsu yang menampilkan model konsep DN Multisix.
Kabar yang beredar, DN Multisix disiapkan buat meneruskan atau malah bersanding dengan Xenia-Avanza.
Kemungkinan juga akan menjadi pembendung pergerakan Mitsubishi Xpander, dan memperkuat dominasi MPV.
Konsep DN Multisix diklaim sebagai model yang pas untuk pasar Indonesia, ditambah lagi dengan balutan kemewahan dan kenyamanan.
Kapasitas kabinnya maksimal 6 penumpang saja.
Model ini menggendong mesin 1.5L empat silinder, dengan dimensi panjang 4.310 mm, lebar 1.720 mm, sementara tinggi 1.605 mm.
Kemudian ground clearance calon MPV ini juga cukup tinggi, sampai 250mm.
Untuk menyalurkan tenaga ke roda, DN Multisix diproyeksi bakal mengadopsi transmisi otomatis CVT.
Namun belum disebutkan berapa percepatannya.
Pada penjelasan yang disampaikan Pradipto Sugondo, Executive Officer Research & Development PT Astra
Daihatsu Motor (ADM) model ini awalnya akan ditargetkan untuk pasar Indonesia dan Jepang.
Sampai saat ini, DN Multisix disebut pihak Daihatsu masih dalam tahap survei, sebelum sampai pada model produksi dan dijual ke pasar.
Konsep mobil tersebut rencananya akan ditangani bersama R&D Center Daihatsu Indonesia.
PT Astra Daihatsu Motor (ADM) baru saja meresmikan pembangunan pusat riset dan pengembangan (R&D) otomotif pertama, untuk pasar Indonesia bulan April 2017 lalu.
Investasi yang digelontorkan bahkan mencapai Rp 1 triliunan.
Agar tidak terkesan sia-sia, ADM pasang target penguasaan teknologi dan engineering, untuk bisa membuat rancang bangun upper body keseluruhan untuk model Daihatsu ke depannya, pada tahun 2019-2020.
Bahkan lebih dari itu, untuk bisa sampai ke penguasaan powertrain, kemungkinan dalam 5 -10 tahun lagi.
Sudirman MR, Wakil Presiden Direktur ADM mengatakan, kalau sampai saat ini R&D Center Daihatsu sudah sanggup untuk menggarap proyek minor change.
Beberapa model yang sudah digarap di antaranya Luxio, Terios dan Ayla.
“Kami ingin 2019-2020 rancang bangun model penuh untuk upper body sudah bisa kami lakukan, arahnya ke sana."
"Saat ini, kami setiap bulan mengirim staff untuk belajar di Jepang selama 1,5-2 tahun, kemudian pulang ke sini dan megajarkan teman-teman yang lain, kemudian terus bergantian,” ujar Sudirman, Kamis (10/8/2017).
“Mereka akan belajar bagaimana mendesain, membangun dan engineering, serta validasi. Kami sudah punya fasilitas di Karawang Timur, tinggal memperkuat sumber daya manusianya. Untuk powertrain, mesin dan transmisi masih menggunakan yang lama. Kalau urusan body sudah mampu, baru masuk ke powertrain 5-10th ke depan,” ucap Sudirman.
Pembelajaran
Dalam pengembangan dua mobil konsep yang diperkenalkan pertama kali di pasar Indonesia, DN Multisix dan DN F Sedan, Sudirman menuturkan, orang-orang dari R&D Daihatsu Indonesia juga diikutsertakan.
Ini dilakukan sebagai sebuah proses alih teknologi dan sebuah pembelajaran, ketika Daihatsu Indonesia akan membangun mobil konsep, yang selanjutnya akan dipasarkan.
“Itu juga menjadi salah satu pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan rancang bangun, termasuk belajar bagaimana buat mobil konsep ini, terutama dari sisi style atau desain,” ucap Sudirman. (Kompas.com/Ghulam Muhammad Nayazri)
Berita ini sudah tayang di laman Kompas.com dengan judul R&D Daihatsu Indonesia Kejar Penguasaan “Bangun” Mobil

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!