TRIBUNJUALBELI.COM - Kepergian Dr Ryan Thamrin karena maag akut dan kanker otak jadi pelajaran berharga.
Kanker otak sering tak disadari kehadirannya.
Proses pengobatan pun ditunda-tunda, sampai tahu-tahu sudah kronis.
Karena itu, sebelum parah atau kronis kenali tanda-tanda kehadiran dininya.
Baca juga : Obat Berbagai Penyakit Ganas, Ini Pilihannya!
Well, Anda sering mengalami sakit kepala yang berulang di bagian kepala yang sama?
Jika iya, Anda perlu mencurigai rasa sakit tersebut.
Sebab, bukan tidak mungkin, rasa sakit itu merupakan gejala awal penyakit kanker otak.
Kanker otak memang tak se-ngetop penyakit kanker lain, seperti kanker serviks atau kanker payudara.
Namun, seperti kebanyakan penyakit kanker pada umumnya, kanker otak merupakan penyakit bersifat diam (silent killer) yang berbahaya.
Karena sifatnya itu, seringkali penyakit kanker otak baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut.
Jika rasa sakit di bagian kepala telah memuncak, ada kemungkinan, kanker itu telah menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis).
Kalau sudah begitu, penanganan kanker menjadi lebih rumit dan berisiko.
Gejala kanker otak
Penyakit kanker otak, biasanya, bakal disertai gejala-gejala yang dapat terlihat atau terasa langsung oleh si penderita.
Misalnya tubuh kejang-kejang, mual dan muntah, pandangan kabur, serta rasa sakit kepala.
Oleh para ahli medis, kondisi demikian disebut sebagai gejala peningkatan tekanan dalam otak atau intracranial.
Jenazah almarhum dr Ryan Thamrin saat dilepas dari rumah duka untuk disalatkan, Jum'at (4/8/2017). (Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)
Otak merupakan tempat yang berbahaya jika menjadi lokasi atau situs berkembangnya tumor.
"Biar jinak, tapi tetap harus diangkat. Namun, karena otak adalah organ yang lunak, sangat berisiko dalam memberikan penanganannya," tandas Fielda.
Lebih berbahaya lagi, para ahli medis belum dapat menyimpulkan penyebab berkembangnya tumor ganas atau kanker di otak.
Yang pasti, kata Fielda, jika kasus kanker otak terjadi pada anak berusia di bawah 17 tahun, kemungkinan besar, penyebabnya faktor genetik.
Sementara, penyebab kanker otak pada orang dewasa hingga kini masih dalam penelitian ahli.
Tapi, akan lebih optimal bila penyakit kanker telah terdeteksi saat masih jinak.
"Kalau masih dalam level stadium awal, kanker dapat sembuh total dan terkontrol," papar dokter yang juga bertugas di rumah sakit kanker Dharmais ini.
Derita Maag Akut
Maag sendiri merupakan iritasi atau radang pada lapisan dinding lambung.
Sementara maag akut ialah proses radang akut yang terjadi di dinding lambung.
Salah satu penyebab maag adalah penyakit asam lambung (GERD atau refluks asam lambung).
Penyakit ini terjadi saat isi lambung, termasuk asam lambung, naik menuju kerongkongan sehingga Anda merasa mual dan nyeri dada.
Namun, banyak orang salah paham dan mengira bahwa maag itu sama dengan asam lambung.
Ini karena pada kebanyakan kasus, keluhan maag disebabkan oleh gangguan asam lambung.
Asam lambung sendiri adalah enzim yang diproduksi tubuh secara alami.
Gunanya adalah mencerna makanan.
Kalau Anda kebanyakan asam lambung atau bila asam lambung naik ke kerongkongan, ini akan menyebabkan gejala-gejala yang lebih dikenal dengan sebutan maag.
Jadi, sebetulnya tidak semua orang punya maag.
Apa saja tanda-tanda dan gejala maag (gastritis)?
1. Hilang nafsu makan
2. Mual dan muntah
3. Nyeri di perut bagian atas
4. Merasa kenyang meski baru makan sedikit
Anda harus menghubungi dokter Anda jika gejala-gejala yang dialami belum hilang juga.
Anda juga perlu memberitahu dokter jika perut Anda merasa tidak nyaman setelah minum obat, terutama aspirin atau obat penghilang rasa sakit lainnya.
Ada beberapa hal yang bisa memicu maag atau penyakit yang menyebabkan maag.
Di antaranya pola makan tidak teratur, sering mengonsumsi makanan pedas atau yang kadar lemaknya tinggi seperti gorengan, gaya hidup tak sehat seperti merokok atau kebanyakan minum minuman beralkohol, kelebihan berat badan atau obesitas, sedang menjalani pengobatan tertentu seperti antibiotik, aspirin, steroid, dan pil KB, stres atau kelelahan.
(TribunPekanbaru.com/ Muhammad Ridho)
(Kompas.com/ Raymond Reynaldi)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!