TribunJualBeli.com

Penggolongan SIM Akan Segera Berlaku, Berapa Biaya Buat Baru dan Perpanjangan Tiap Golongan?

zoom-in Penggolongan SIM Akan Segera Berlaku, Berapa Biaya Buat Baru dan Perpanjangan Tiap Golongan? Penggolongan ini berdasarkan besarnya isi silinder motor yang dikendarai. Misalnya untuk SIM C hanya untuk motor dengan kapasitas isi silinder 250 cc.

TRIBUNJUALBELI.COM - Peraturan Kepolisian Republik Indonesia (Perpol) Nomor 5 Tahun 2021 sudah resmi digunakan.

Perpol ini berisi tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Salah satu yang menarik dari Perpol baru ini adalah adanya penggolongan SIM untuk mengendarai motor menjadi SIM C, SIM CI, dan SIM CII.

Penggolongan ini berdasarkan besarnya isi silinder motor yang dikendarai.

Misalnya untuk SIM C hanya untuk motor dengan kapasitas isi silinder 250 cc.

BACA JUGA : Jenis-jenis Pelanggaran yang Bikin SIM Dicabut Oleh Polisi

BACA JUGA : Perbedaan SIM C Baru, Ada 3 Golongan Tergantung Jenis Motor

Kemudian SIM CI untuk motor di atas 250 cc sampai 500 cc serta motor tenaga listrik dan SIM CII untuk motor di atas 500 cc dan motor listrik.

Lalu berapa biaya yang harus dikeluarkan saat mau membuat SIM CI atau CII?

AKBP Arief Budiman, Kasi Standar Pengemudi Ditregident Korlantas Polri mengatakan, biaya untuk membuat SIM CI dan CII sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Tidak ada perubahan dari situ, sekarang ini hanya aturannya saja, jadi soal tarif itu sama mau yang CI atau CII," ucap Arief kepada Kompas.com belum lama ini.

Kalau melihat dari PP 60 Tahun 2016, biaya membuat SIM C sebesar RP 100.000.


Sehingga untuk membuat SIM CI atau CII, siapkan uang Rp 100.000.

"Tidak beda, yang beda itu hanya alurnya saja. Karena dibuat berjenjang, jadi pertama itu harus punya SIM C dulu, setelah setahun bisa naik ke CI. Kalau butuh yang CII juga demikian, dan yang pasti harus ujian praktik karena peruntukannya berbeda," ucap Arief. (*)

Editor: Andra Kusuma
Sumber: KOMPAS.COM



Artikel Terkait :