zoom-in lihat foto Agar Disukai Lawan Bicara saat Mengobrol, Ini 10 Etika dalam Percakapan yang Harus Kamu Tahu
Ilustrasi lawan bicara

TRIBUNJUALBELI.COM - Bercakap-cakap dengan seseorang merupakan hal sering kita lakukan.

Agar nyambung ketika mengobrol, kita perlu memiliki wawasan luas mulai dari pengetahuan umum sampai update kabar dan berita-berita terbaru.

Hal tersebut agar suasana ngobrol menjadi ayik dan berbobot.

Namun, wawasan luas saja ternyata tidak cukup lho.

Kadangkala, semakin banyak kamu berbicara dan mengetahui segala hal, orang lain dapat terlihat bodoh dan tak dianggap dalam percakapan.

Itu bisa membuat suasana menjadi kaku hingga bubar tanpa aba-aba.

Lalu, bagaimana kamu harus bersikap ke orang lain saat melakukan percakapan?

1. Kenali siapa lawan bicaramu

Seorang pembicara yang baik menghindari topik yang tak disukai oleh orang yang diajak bicara.

Mulailah dari topik yang sekiranya disukai oleh lawan bicara.


2 dari 4 halaman


2. Gunakan topik umum

Ketika terlibat diskusi, kamu perlu menyingkirkan egomu.

Artinya, jangan menjelaskan kelebihan dirimu hingga kamu terlihat lebih tinggi di antara orang di sekitarmu.

Cobalah berbicara untuk menghibur dan menarik perhatian orang-orang sesuai dengan selera mereka.

3. Jangan mengomel

Ada saatnya kamu hemat berbicara.

Berilah ruangan bagi pendengar membayangkan sesuatu di dalam diri kamu melebihi dari semua yang telah kamu katakan.

4. Libatkan orang lain

Kamu dan teman-teman sudah berbicara panjang tentang satu topik.

Tiba-tiba, orang lain ingin bergabung dengan kalian.


3 dari 4 halaman


Di sini, kamu harus menjelaskan kembali topik yang dibicarakan tadi kepada orang tersebut.

Setelah itu, kamu boleh melanjutkan pembicaraan.

5. Jangan membuat lelucon yang merendahkan orang lain

Nah, mungkin kamu terbiasa memberi guyonan dengan merendahkan orang lain.

Tapi cara ini sungguh tak beretika.

Mulai sekarang, cobalah untuk cari bahan lain ketimbang mengorbankan pribadi seseorang, baik yang hadir di dalam pembicaraan maupun orang lain di luar sana.

Orang semacam ini umumnya tidak memiliki kepribadian dewasa.

6. Membantu orang terlihat baik

Daripada kamu berbicara menjelekkan orang lain, alangkah baiknya jika kamu membuat orang di sekitarmu merasa dihormati dan ditinggikan.

Ini justru akan membuatmu tampak orang yang dewasa.

4 dari 4 halaman

7. Jangan menyelesaikan kalimat lawan bicara

Ketika orang lain berbicara, bairkan dia menyelesaikannya.

Sekalipun kamu merasa bosan dan bisa memprediksi maksud pembicarannya, biarkan dia menyelesaikannya sendiri.

Jangan pernah menginterupsi dengan bahasamu sendiri.

8. Jangan menghakimi seseorang di hadapan banyak orang

Kamu pasti mengalami hal seperti ini di dalam diskusi.

Seseorang memberi pernyataan yang salah atau mengungkapkan fakta keliru.

Eits, kamu harus menahan diri untuk tak langsung menegurnya.

Jika dia membuat kesalahan, itu adalah kesalahannya sendiri.

Itu bukan urusan kamu untuk membuatnya malu dengan mencoba memperbaiki kesalahannya di hadapan orang banyak.

9. Jangan pernah mengoreksi gramar lawan bicara

Bahasa yang diucapkan lawan bicara salah?

Ya, kendati kamu mengetahui ini adalah salah, kamu harus berusaha menangkap maksud dari ucapannya.

Mengoreksi kata per kata, apalagi mengoreksi gramar bahasanya.

Itu adalah hal buruk dalam pembicaraan.

10. Jadi pendengar yang baik

Kamu perlu tahu, mendengarkan orang lain berbicara lebih menyanjung daripada memberinya pujian.

Kamu tidak perlu menjelaskan siapa dirimu sebenarnya.

Mendengar juga sudah menunjukkan bahwa kamu adalah orang bijaksana.

Sayangnya hanya sedikit orang yang bisa melakukan hal ini.

Jadi, mulailah untuk belajar menjadi pendengar yang baik agar kamu disukai lawan bicara.

(TribunJualBeli.com/Andra)

Selanjutnya