zoom-in lihat foto Keren! Dengan Bantuan Robot Ini, Anak Autis Bisa Berkomunikasi dengan Baik Lho. Ini Buktinya
(dailymirror)

TRIBUNJUALBELI.COM - Siapa yang tak suka dengan sebuah mainan?

Setiap anak pasti gemar bermain.

Baca: Cara Pilih Mainan Aman Untuk Buah Hati 

Apalagi bermain dengan sebuah boneka yang bisa diajak berbicara dan berinteraksi.

(dailymirror)
(dailymirror)

Mainan robot itu kini sedang dimiliki puluhan anak autis di Inggris.

Selain menghibur, ternyata robot humanoid itu juga bisa sangat membantu perkembangan anak autis.

Robot yang seukuran anak kecil itu bisa berbicara, menyisir rambut, dan bermain musik.

(dailymirror)
(dailymirror)

Robot yang dinamai Kaspar itu ternyata juga mempunyai fitur untuk membantu anak-anak autis dalam berkomunikasi.

Tak hanya itu, Kaspar juga mampu mengendalikan emosi anak autis saat tantrum atau ledakan emosi yang biasa dimiliki anak autis.

Ia juga mampu mengajarkan tentang interaksi fisik yang dapat diterima secara sosial.

2 dari 2 halaman

Robot itu mempunyai sensor kulit diberbagai bagian tubuhnya, termasuk pipi, batang tubuh, lengan, telapak tangan hingga kaki yang memungkinkan untuk merespon sentuhan.


Sebagai contoh, saat emosi anak autis mulai meninggi, Ia akan melakukan tindakan yang kasar kepada robot, dan si robot juga akan merespon dengan memberi tahu bahwa tindakan itu adalah tindakan yang menyakitkan.

Begitu juga sebaliknya, saat robot digelitik, robot akan membalasnya dengan ramah.

Kaspar dikembangkan oleh University of Hertfordshire, dan telah digunakan dalam penelitian jangka panjang dengan sekitar 170 anak autis di Inggris dan luar negeri.

Dan terbukti, sekitar 700.000 penyandang autis bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik setelah bermain dengan robot ajaib itu.

Meski muka robot itu menyeramkan, kaspar mampu berperan sebagai teman bermain, guru, keluarga, dan terapis bagi mereka anak-anak penyandang autis.

Robot penyelamat ini pertama dilaunching saat pameran robot yang digelar di Science Museum di London pada tanggal 8 Februari 2017 lalu.

Dan hingga kini, Kaspar mampu menghibur dan mengendalikan emosi anak-anak autis di Inggris.

Gak percaya? Ini bukti videonya:

Selanjutnya