TRIBUNJUALBELI.COM - Mesin pencarian terbesar ini ternyata selalu saja meberikan layanan tak terduga bagi para penggunanya.
Tak disangka, Google ternyata juga mempedulikan apa yang kamu makan.
Baca: Deretan Ponsel Ini Sangat Cocok Buat Kamu
Perusahaan besar itu ternyata ingin mengurangi jejak karbon dengan mengubah cara karyawan mereka saat memakan makanan khusus.
Di kampus Sunnyvale milik Google terdapat 14 kafe untuk para pengunjung kampus.
Dan ternyata masing-masing kafe memiliki peran untuk mengurangi jumlah daging yang harus mereka sajikan.
Hal itu didasarkan pada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa memelihara ternak untuk dikonsumsi daging, susum dan telur akan berpengaruh pada 14,5 persen emisi global.
Dengan cara membatasi sajian daging, ternyata Google berhasil mengurangi jumlah emisi global, meski tak seberapa.
Diakui juga oleh Google bahwa protein adalah sumber makanan lengkap yang mengandung asam amino esensial yang tidak dapat disintesis oleh tubuh kita.
Namun Google pun telah menemukan solusi penggantinya, disampaikan oleh Mark Tarnopolsky, MD, Ph.D. bahwa untuk mendapatkan protein lengkap dapat diperoleh dari makanan nabati, menggabungkan kacang-kacangan dan biji-bijian dalam setiap porsi yang kita makan.
"Anda harus mengkonsumsi 20 sampai 25 persen lebih banyak protein nabati untuk menuai kebutuhan protein hewani," tambah Mark Tarnopolsky, MD, Ph.D. sebagi perwakilan dari pihak Google.
Pengalihan dari protein hewani ke nabati tentu bukan perkara mudah.
Tidak semua orang akan mau menganti burger daging sapi ke burger isi jamur segar.
Dan untuk mengatasi hal itu, Google pun mulai mengembangkan “power dishes” pada bulan Januari lalu.
Dimana setiap orang bisa mengontrol apa yang mereka makan dengan resep-resep atau pilihan makanan yang tersedia.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!