TribunJualBeli.com

Bahaya Meretakkan Leher Sampai Bunyi 'Krek', Sebabkan Radang Sendi hingga Stroke

zoom-in Bahaya Meretakkan Leher Sampai Bunyi 'Krek', Sebabkan Radang Sendi hingga Stroke Semua orang yang meretakkan leher sampai berbunyi 'krek!' mempunyai tujuan sama, melepaskan rasa kaku di bahu atau leher.

TRIBUNJUALBELI.COM - Meretakkan leher sampai berbunyi 'krek!' seakan sudah menjadi kebiasaan banyak orang.

Semua orang yang meretakkan leher sampai berbunyi 'krek!' mempunyai tujuan sama, melepaskan rasa kaku di bahu atau leher.

Walau menyenangkan, meretakkan leher sampai berbunyi 'krek!' berisiko pada mengalami sakit di bagian sendi.

Berdasarkan laman Healthline.com, ketika seseorang meretakkan leher atau sendi, rangkaian sendi yang dinamakan facet joints meregang, memungkinkan cairan menyebar ke dalam kapsul sendi.

Di dalam sendi facet memang terdapat cairan, apabila kita meretakkan leher maka cairan ini akan mejadi gas.

Setelah itu sendi di dalam leher 'meletus' dan inilah yang membuat leher terasa seperti melepaskan tekanan.

Alasan kita merasa puas ketika meretakkan leher adalah, saat melakukannya leher juga melepaskan endorfin di sendi leher.

Endorfin diproduksi oleh kelenjar pituitari dan dilepaskan oleh tubuh untuk membantu mengatasi rasa sakit.

Saat leher diretakkan, endorfin dilepaskan di area tersebut.

Inilah yang memberi perasaan puas dan senang.

Halaman
123

Editor: Andra Kusuma
Sumber: TribunJualBeli.com




Artikel Terkait :