zoom-in lihat foto Para Istri Cobalah Peka, Ini 6 Tanda Suami Tak Lagi Bahagia Bersamamu
Bila istri peka ada yang tidak beres dengan hubungan, coba cari tahu beberapa hal "aneh" yang sebenarnya menunjukkan sang suami sudah tak lagi bahagia.

TRIBUNJUALBELI.COM - Istri merasa tidak ada yang salah dalam hubungan perkawinan sebab tak ada pertikaian di pagi hari.

Boro-boro suami memukul, membentak saja tidak pernah.

Suami juga selalu setia mengantar jemput Istri termasuk anak-anak.

Lantas, apanya yang salah? Tidak ada, tapi tetap tidak bisa menghilangkan perasaan ada yang tidak beres.

Charles Baxter dalam bukunya "Burning Down the House" (Graywolf Press, London, UK 2016) mengatakan, perkawinan yang sudah berjalan sekian lama biasanya seperti "mati rasa".

"Kepekaan terhadap kebutuhan pasangan tertutup oleh rutinitas. Terkadang kita tidak lagi merasakan apakah pasangan berbahagia dengan kita."

Jalan keluarnya tentulah bukan perceraian, tetapi segera memperbaiki kembali hubungan."

Bila istri peka ada yang tidak beres dengan hubungan, coba cari tahu beberapa hal "aneh" yang sebenarnya menunjukkan sang suami sudah tak lagi bahagia.

1. Lebih suka mengutak-atik barang pribadinya

Baxter dalam bukunya juga menulis, "Orang-orang dalam keadaan trauma tidak bahagia cenderung menyukai perabotan dan barang-barang pribadi mereka."


2 dari 4 halaman


Dalam kalimat gamblang, meskipun istri selalu ada di sekitar suami terus, tapi sebenarnya suami merasa kesepian.

Margaret Clark, Profesor Psikologi di Universitas Yale, AS menguatkan hal ini. "Orang-orang yang lebih menghargai barang milik mereka mungkin kurang aman dalam hubungan pribadi mereka dengan pasangan."

2. Diam seribu basa saat di meja makan

Pertama kali mungkin istri berpikir, "oh, dia capek. Maka tak akan kuganggu.

Memang lebih baik kita diam saja."

Tapi jika berlangsung setiap hari, maka yang terjadi seperti pesta bisu antara dua orang yang tinggal dalam satu rumah.

Istri tentunya merasa tidak nyaman.

Apalagi kalau setelah makan, Suami tanpa basa-basi langsung pergi ke pojokan, asyik dengan bacaan atau gadget-nya seolah tak mau diganggu.

3. Alih-alih mendengar Istri berbicara, Suami selalu berkata bahwa dirinya baik-baik saja.

Pasangan yang waras selalu menghindari perdebatan.


3 dari 4 halaman


Tapi dalam hubungan yang sehat, Suami setidaknya akan mendengarkan apa yang Istri katakan, bukannya langsung berkata dirinya baik-baik saja seolah menutup argumen Istri.

Clark mengatakan, apa yang dilakukan Suami dengan memotong pembicaraan Istri menandakan dia tidak cukup peduli untuk memikirkan apa yang benar-benar Istri ingin bicarakan, atau untuk bekerja sama menuju solusi.

4. Mulai sering membicarakan perempuan lain di kantor atau di majalah/tabloid

Hari ini, "Sheila tadi ngasih aku es jeruk. Segar banget setelah seharian di luar kantor."

Besoknya Suami berkata,"Wati tadi pakai high heels jalannya sampai susah."

Kedengaran aneh? Ya, karena selama ini Suami tak pernah membicarakan perempuan lain di luar Istri.

Ini menunjukkan ada sesuatu yang kurang dari hubungan suami-istri karena Suami selalu "mencari" di tempat lain.

Mungkin Suami tak bermaksud selingkuh, tapi mengungkapkan kekaguman atau empati pada perempuan lain di depan Istri lebih dari sekadar rekan kerja, ini adalah pertanda Istri dan Suami perlu bicara.

5. Sibuk mengganggu Istri

Untuk beberapa alasan, Suami sering kali mengganggu Istri dengan hal-hal sepele, padahal Istri ingin segera istirahat atau menikmati Me Time.


4 dari 4 halaman


Misalnya menanyakan sikat giginya dimana, apakah bajunya sudah disetrika, atau adakah janji untuk ketemu klien esok hari.

Apakah Suami berusaha mengganggu Istri? Ya, Suami tidak berusaha, tapi dia memang berniat mengganggu karena dia butuh perhatian, dan dalam versi dewasa, berarti mengganggu.

Makanya lebih baik ladeni saja "gangguannya". Karena bukan hanya akan memperbaiki hubungan Istri dengan Suami, namun juga Istri berkesempatan mendapat kemanjaan yang sama dari Suami.

Misalnya minta Suami pijat kaki Istri yang pegal.

6. Suami lebih suka berkumpul dengan teman-temannya

Hampir setiap malam Suami pamit ke resto atau ke kafe untuk acara Nonton Bareng meskipun Istri tahu, yang bertanding bukan kesebelasan kesukaan Suami.

Atau tiba-tiba Suami untuk pamit hendak bersilancar bersama teman-temannya padahal Istri tahu banget kalau Suami pembenci pantai.

Intinya, Suami lebih suka berada di luar rumah ketimbang menghabiskan waktu bersama Istri dan anak-anak.

Clark mengatakan, dalam perkawinan, dibutuhkan bukan hanya romantisme tapi juga kegembiraan dan keakraban.

"Dua hal terakhir ini yang sejatinya bisa membuat perkawinan menjadi tetap bahagia dan langgeng.



Jika salah satu pihak tidak lagi merasa gembira atau bahagia, maka perlu dicarikan solusinya."

Singkatnya pesan Clark, jangan menutup mata pada kebutuhan pasangan.

Pekalah apa yang diinginkan.

Terkadang kita harus merendahkan hati untuk mendekati, ajak ngobrol dari hati ke hati, dan menanyakan apa kebutuhannya yang mungkin Istri terlewatkan untuk dipenuhi.

Bila terasa mentok dan tak tahu harus mulai dari mana, Istri mungkin bisa meminta bantuan para ahli, misalnya psikolog atau konselor perkawinan.
Pekalah apa yang diinginkan.

Terkadang kita harus merendahkan hati untuk mendekati, ajak ngobrol dari hati ke hati, dan menanyakan apa kebutuhannya yang mungkin Istri terlewatkan untuk dipenuhi.

Bila terasa mentok dan tak tahu harus mulai dari mana, Istri mungkin bisa meminta bantuan para ahli, misalnya psikolog atau konselor perkawinan.

Selanjutnya