TRIBUNJUALBELI.COM - Penyakit epilepsi atau ayan adalah kondisi yang dapat menjadikan seseorang mengalami kejang secara berulang.
Dilansir dari situs SMC Hospital menurut Prof. dr. Zainal Muttaqin Ph.D, Sp.BS (K), spesialis bedah saraf dan konsultan epilepsi SMC RS Telogorejo, banyak mitos yang berkembang di masyarakat mengenai penyakit epilepsi, tak sedikit yang mengira bahwa penyakit ini diakibatkan oleh hal gaib.
Dilanjutkan, Prof. Zainal menjelaskan bahwa epilepsi merupakan gangguan yang berada diarea otak dengan frekuensi minimal 2 kali dalam 12 bulan.
Seorang dokter saraf dapat memutuskan seorang pasien menderita epilepsi setelah menjalani beberapa pemeriksaan.
Penyebab utama epilepsi adalah adanya gangguan pada otak.
BACA JUGA : Penyebab Infeksi Toksoplasma pada Wanita adalah Kucing? Ini Faktanya!
BACA JUGA : Kenali Gejala dan Penyebab Stroke Batang Otak
Persentase 92% penyebab epilepsi adalah adanya gangguan pada otak di bulan pertama dan kedua pembentukan otak di janin.
Namun beberapa orang masih banyak yang salah mengenai penyakit epilepsi.
Ada beberapa fakta yang harus diketahui mengenai penyakit epilepsi.
Adanya faktor genetik atau riwayat keluarga
Epilepsi bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya karena adanya faktor genetik.
Riwayat orangtua atau saudara yang pernah mengalami epilepsi bisa menurun serta meningkatkan risikonya.
Walau belum diketahui secara pasti yang memicu faktor genetik dapat menjadi penyebab epilepsi, namun golongan darah pada salah satu anggota keluarga dan kesamaan DNA dapat memengaruhi penyakit ini.
Selain itu, perlu diketahui bahwa genetik hanyalah sebagian dari penyebab epilepsi bagi beberapa orang.
Bahkan adanya gen tertentu di dalam tubuh dapat memicu seseorang lebih sensitif terhadap kondisi lingkungan tertentu, sehingga dapat menyebabkan kejang.
Bukan Penyakit Menular
Apapun penyebabnya, epilepsi bukanlah penyakit yang menular, apalagi dikatakan tidak berani menolong orang yang kejang karena busa yang ada dimulut penderita bisa menularkan epilepsinya” kata Prof. Zainal.
Busa dimulut penderita epilepsi disebabkan oleh kelenjar air liur yang ada dimulut setiap orang.
Jika penderita mengalami kejang dan kelenjar liur sedang penuh isinya, kejang yang dialami penderita akan mendorong isi kelenjar liur keluar mulut dalam bentuk busa. (*)
(Andkp/Tribunjualbeli.com)
