TRIBUNJUALBELI.COM - Memasarkan properti secara online saat ini telah populer untuk masyarakat Indonesia.
Tren ini bahkan telah melekat dengan agen properti.
Website jual beli online dianggap begitu mempengaruhi pekerjaan agen properti untuk berjualan dan menjembatani antara penjual serta pembeli.
Tugas pertama yang diperlukan agen ialah mencari daftar properti setelah sudah menemukannya, agen hanya tinggal mengiklankan properti di website.
Pada beberapa laman website, Anda akan menemukan berbagai macam kolom yang perlu diisi mulai dari jenis sertifikat, nama, harga, tipe luas dan fasilitas penunjang lainnya.
Namun, setelah memposting properti tersebut, rumah pun tidak kunjung laku, bahkan tidak ada tanda-tanda ada calon konsumen yang tertarik dengan rumah tersebut.
Jika ini terjadi, bisa jadi ada beberapa kesalahan yang Anda lakukan saat melakukan pemasangan iklan tersebut.
Apa saja kesalahan tersebut? Simak ulasan ini.
1. Informasi yang terlalu minim
Apabila properti yang Anda tawarkan merupakan rumah yang dibangun pengembang, Anda harus menyertakan informasi tambahan.
Informasi ini seperti rumah berada di lokasi yang strategis, lokasi dekat dengan pusat kota, bebas banjir, transportasi mudah, bebas macet hingga sistem pembayaran yang mudah.
Tambahkan pula keunggulan properti yang Anda tawarkan dan apa alasan yang membuat calon konsumen harus memilih properti ini.
2. Spesifikasi
Kebanyakan agen merasa jika sudah melakukan promosi secara online, pasti properti akan laku diserbu oleh pembeli, padahal tanpa melakukan deskripsi yang lengkap, tidak mungkin ada yang tertarik dengan properti tersebut.
Jangan lupa, saat menawarkan barang, Anda memiliki banyak pesaing yang menawarkan properti serupa dengan berbagai macam keunggulan. Jika Anda tidak memberikan informasi dengan jelas, dari mana pembeli akan mengetahui kelebihan yang Anda berikan?
Hal ini ditambah lagi dengan kebanyakan agen malas mengetik spesifikasi yang lengkap dari properti yang mereka jual.
Konsumen pasti mencari tahu properti buruan mereka dan melakukan perbandingan.
Cek Harga Rumah Tanah Murah di Daerah Kota Jambi Bonus Pagar Keliling di Sini!
Jika di listing tidak terdapat informasi yang tercantum pasti konsumen lari ke iklan lainnya.
Aturan lainnya seperti cara menulis deskripsi properti.
Gunakan kalimat yang tidak berlebihan, menggunakan bahasa Indonesia yang benar dan baik dan bahasa yang lebih efektif.
3. Foto
Pastikan Anda telah memasukkan foto-foto properti yang sesuai.
Tempatkan lebih dari lima foto untuk memudahkan calon pembeli membayangkan suasana rumah.
Selain detail bangunan, jangan lupa juga menyantumkan foto fasilitas yang tersedia di sekitar properti tersebut. (Rumahku.com)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!