zoom-in lihat foto Selain Jalan Rusak, Ini 4 Penyebab Bearing Roda Mobil atau Motor Cepat Rusak
Bearing atau laker roda salah satu komponen yang sangat penting pada kendaraan bermotor.

TRIBUNJUALBELI.COM - Bearing atau laker roda salah satu komponen yang sangat penting pada kendaraan bermotor.

Suka atau tidak, kerusakan bearing laker roda pasti terjadi pada kendaraan.

Laker roda pada kendaraan bermotor termasuk menjadi tumpuan beban kendaraan saat berkendara.

Jadi wajar aja jika komponen satu ini rawan rusak apalagi sering dikendarai.

Musuh terbesar bearing jalan berlubang.

BACA JUGA : Kecelakaan Karena Jalan Berlubang Bisa Minta Ganti Rugi Lho, Ini Pasalnya

BACA JUGA : Mika Lampu Motor Kemasukan Air dan Berembun? Kenali Penyebabnya Berikut

Jika jalan yang sering kita lewati berlubang, maka dapat dipastikan laker roda cepat ambyar.

Tapi selain jalan rusak ada 5 penyebab bearing atau laker roda rusak.

1. Air

2 dari 4 halaman

Air yang menyeruak masuk ke dalam bearing akan menjadi biang kerusakan.

Di mana air ini lambat laun akan bercampur dengan grease dan akan menginvansi masuk ke dalam bearing.



Gemuk atau pelumas, alias grease, yang bercampur dengan air tersebut akan kehilangan daya lumasnya.

Apabila hal tersebut terjadi, maka gesekan komponen internal bearing akan semakin besar, dan menimbulkan keausan.

Penyebab masuknya air karena rusaknya seal pada roda.

Kerusakan ini banyak ditemui pada kendaraan yang sering dipergunakan off-road, terutama pada daerah-daerah dengan genangan air yang cukup besar.

Tentu, ini tidak hanya terjadi pada kendaraan off-road. Kendaraan apapun yang berada di daerah rawan banjir, akan sering mengalami kerusakan bearing roda.

BACA JUGA : Musim Hujan Jangan Malas Buat Bersihkan Rantai Motor, Ini Cara Mudah dan Tepat Cara Menghilangkan Kotoran

BACA JUGA : Rantai Motor Berisik dan Kaku di Jalan? Ini Biang keladinya

2. Grease

3 dari 4 halaman

Grease atau yang umum dikenal sebagai gemuk, merupakan media pelumas pemberi kontribusi terbesar pada kinerja bearing.

Kualitas grease yang jelek tentu akan membawa dampak pada kinerjanya.

Bearing terdiri dari komponen bergerak yang saling bergesekan saat beroperasi.

Dari gesekan akan timbul panas meski pada dasarnya setiap bearing dirancang agar minim gesekan internal, namun tetap butuh grease atau gemuk itu untuk mengurangi gesekan.



Meski begitu, panas akan tetap timbul. Lama kelamaan, panas itu akan mengurangi kinerja grease sebagai pelumas.

Bila kualitas grease-nya bagus, maka tidak akan banyak dipengaruhi oleh panas itu.

Sehingga kondisi pelumasan pun tetap berjalan sempurna.

Namun sebaliknya, grease yang buruk, akan mencari dan berubah kekentalannya saat terkena panas berlebih.

Kejadian yang berulang kali tersebut menyebabkan volume grease pun menyusut, bahkan mengering.

Inilah yang menjadikan bearing kehilangan pelumasannya dan kemudian rusak.

4 dari 4 halaman

3. Ban ukuran besar

Ban dengan ukuran yang lebih besar merupakan godaan tersendiri bagi pengguna jip.

Kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan di medan off-road menjadi latar belakangnya, selain faktor penampilan tentu saja.

Sayang sekali, pemekaran ukuran ban ini diikuti pula dengan pemekaran bobotnya.



Beban yang ditanggung bearing pun menjadi lebih besar dibandingkan pemakaian ban standar dengan kondisi normal.

Tentu versi kendaraan dengan ban lebih besar akan mengalami stress yang lebih besar pula pada bagian bearingnya dibandingkan dengan ban ukuran standar.

4.Suspensi

Bearing roda didesain untuk menerima beban pada bagian tertentu, pada sudut tertentu.

Pada dasarnya, kemampuan menahan beban hanya maksimal bila roda selalu berada pada sudut yang benar, sesuai standar pabrik.

Bila ada bagian suspensi yang sudah rusak, seperti per atau sokbreker, atau bagian lain yang membuat roda miring, tentu akan mempengaruhi kinerja bearing.

Akibat lain dari suspensi yang rusak, mirip dengan bergesernya alignement (spooring) roda, yakni keausan ban yang tidak merata, sehingga permukaannya benjol-benjol.

Kondisi ini lambat laun berpengaruh pula pada bearing.

Ban benjol tersebut juga menimbulkan vibrasi tambahan, yang ikut terdistribusi ke bearing.

Walau tidak akan berpengaruh secara langsung, namun getaran ekstra ini akan membuat bearing lebih cepat rusak. (*)

Selanjutnya