TribunJualBeli.com

Daftar 6 Maskapai Penerbangan Indonesia yang Kini Hanya Tinggal Nama

zoom-in Daftar 6 Maskapai Penerbangan Indonesia yang Kini Hanya Tinggal Nama Industri penerbangan terbilang sebagai industri dengan persaingan sengit, tak terkecuali di Indonesia.


Kabarnya, kebangkrutan juga disebabkan kesalahan manajemen.

5. Mandala Airlines

Mandala Airlines, yang kemudian bernama Tigerair Mandala pertama kali beroperasi pada 17 April 1969.

Maskapai ini kemudian dibeli oleh Indigo Partners dan Cardig International pada tahun 2006.

Karena masalah utang, Mandala berhenti beroperasi pada tanggal 12 Januari 2011.

Akhir Februari 2011, para kreditur menyetujui restrukturisasi utang Mandala menjadi saham dan kembali beroperasi pada bulan Juni 2011.

Sebagai bagian restrukturisasi, pemegang saham mayoritas adalah PT Saratoga Investment Group (51 persen), Tiger Airways dari Singapura (33 persen), serta pemegang saham lama dan para kreditur (16 persen).

Namun, Mandala menghentikan kegiatan operasionalnya mulai 1 Juli 2014 lantaran kondisi pasar turun dan biaya operasional membengkak karena depresiasi rupiah.

6. Bouraq Indonesia Airlines

Maskapai ini didirikan pada tahun 1970 oleh Jerry Sumendap, pengusaha yang menggeluti bisnis kayu.

Bouraq mencapai puncak bisnisnya pada era 1980-an.

Pada tahun 1995, Jerry Sumendap wafat dan posisinya digantikan oleh Danny Sumendap yang melakukan restrukturisasi besar-besaran sejalan dengan ketatnya persaingan.

Namun, upaya ini tak berhasil hingga pada tahun 2005, maskapai ini dinyatakan pailit.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Daftar 6 Maskapai Penerbangan Indonesia yang Kini Tinggal Nama"
Penulis : Muhammad Idris
Editor : Muhammad Idris

Editor: Andra Kusuma
Sumber: KOMPAS.COM




Artikel Terkait :