TribunJualBeli.com

Berbeda dengan Lainnya, Ini Jenis Asuransi untuk Penumpang Pesawat

zoom-in Berbeda dengan Lainnya, Ini Jenis Asuransi untuk Penumpang Pesawat Risiko selalu ada di mana saja termasuk saat menggunakan moda transportasi udara seperti kemarin saat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di Kepulauan Seribu

TRIBUNJUALBELI.COM - Risiko selalu ada di mana saja termasuk saat menggunakan moda transportasi udara.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyatakan terdapat dua jenis asuransi yang melindungi penumpang ketika suatu pesawat mengudara yakni asuransi pesawat (aviation insurance) dan personal accident.

Direktur Eksekutif AAUI, Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe bilang produk aviation insurance menjamin kerusakan pesawat dan tanggung jawab (liability) maskapai penerbangan.

Sedangkan personal accident memberikan perlindungan bagi penumpang maupun kru pesawat.

“Jaminan umum dalam aviation insurance adalah kerusakan atau kehilangan pesawat yang menjadi tanggung jawab Tertanggung. Asuransi ini juga menjamin tanggung jawab hukum pihak ketiga atas kerusakan barang dan atau luka badan yang timbul dari pengoperasian pesawat,” papar Dody kepada Kontan.co.id pada Selasa (12/1/2021).

BACA JUGA : Tahukah Anda, Ini Alasan Warna Black Box Oranye

BACA JUGA : Begini Cara Kerja Black Box yang Jadi Komponen Penting dalam Pesawat

Ia melanjutkan, aviation insurance ini juga mengacu kepada perjanjian internasional yang tertuang dalam Konvensi Montreal.

Kesepakatan itu sudah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia dan menjadi Permenhub 77 tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

Dalam beleid itu disebut penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara akibat kecelakaan pesawat udara atau kejadian semata-mata ada hubungan dengan pengangkutan udara diberi ganti rugi sebesar Rp 1,25 miliar per penumpang.

Sedangkan meninggal ketika proses meninggalkan ruang tunggu menuju pesawat atau turun dari pesawat menuju ruang tunggu diberi ganti rugi senilai Rp 500 juta per penumpang.

Sedangkan penumpang yang dinyatakan cacat tetap total oleh dokter dalam jangka waktu 60 hari kerja sejak kecelakaan juga diberi ganti rugi 1,25 miliar per penumpang.

Halaman
123

Editor: Andra Kusuma
Sumber: KOMPAS.COM




Artikel Terkait :