TribunJualBeli.com

Begini Cara Menghidupkan Kembali STNK yang Mati Pajak Bertahun-tahun

zoom-in Begini Cara Menghidupkan Kembali STNK yang Mati Pajak Bertahun-tahun Pemilik kendaraan bermotor yang tidak membayar pajak kendaraannya otomatis akan membuat Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK) mati atau tidak sah.

TRIBUNJUALBELI.COM - Pemilik kendaraan bermotor yang tidak membayar pajak kendaraannya otomatis akan membuat Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK) mati atau tidak sah.

Apabila terjaring razia kendaraan, maka pemilik mobil atau sepeda motor tersebut bisa dikenakan sanksi tilang.

Agar hal ini tidak terjadi, pemilik kendaraan bisa mengaktifkan kembali STNK yang sudah habis masa berlakunya.

Bagi warga DKI Jakarta yang ingin mengaktifkan kembali STNK dengan keterlambatan pajak kurang dari satu tahun bisa dilakukan di gerai Samsat atau di Samsat keliling.

Tetapi, jika keterlambatan pajak kendaraan lebih dari satu tahun atau bahkan di atas lima tahun wajib datang langsung ke kantor Samsat induk.

BACA JUGA : Tak Banyak yang Tahu, Ini Arti Istilah di STNK dan Cara Perhitungan Pajaknya

BACA JUGA : Awas Kena Tipu Penjual, Ini Cara Bedakan BPKB dan STNK Asli atau Palsu

Demikian seperti disampaikan Humas Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda) DKI Jakarta Herlina Ayu kepada Kompas.com belum lama ini.

Herlina menambahkan, pembayaran pajak yang terlambat lebih dari satu tahun memang berbeda dengan yang terlambat kurang dari satu tahun.

“Jika terlambatnya di bawah satu tahun masih bisa melakukan pembayaran lewat gerai-gerai Samsat atau Samsat keliling yang ada. Tapi, kalau terlambatnya sudah lebih dari satu tahun maka harus ke kantor Samsat induk,” ujarnya.

Persyaratan yang wajib dipenuhi bagi pemilik kendaraan, kata herlina,di antaranya membawa STNK asli dan fotokopi, Buku Pemilik Kendaraan Bermotor ( BPKB) dan juga Kartu Tanda Penduduk ( KTP) asli dan fotokopi.

“Jika persyaratan sudah lengkap bisa langsung datang ke kantor Samsat untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan yang terlambat,” katanya.

Halaman
123

Editor: Andra Kusuma
Sumber: KOMPAS.COM




Artikel Terkait :