TRIBUNJUALBELI.COM - Kondisi salah satu sisi wajah yang lemah atau terkulai acapkali dikaitkan dengan stroke.
Padahal, kondisi yang membuat penderitanya terlihat perot ini juga bisa menjadi gejala stroke.
Gejala bell’s palsy dan stroke terlihat serupa karena kedua penyakit ini sama-sama memengaruhi saraf di wajah.
Kendati sekilas mirip, penyebab kedua penyakit ini berbeda.
Melansir Piedmont Healthcare, stroke disebabkan penyumbatan pembuluh darah atau pecah pembuluh darah di otak.
BACA JUGA : 5 Makanan yang Bisa Menyehatkan Pembuluh Darah, Cegah Stroke dan Jantung
BACA JUGA : Stroke Bisa Menyerang Siapa Saja di Usia Muda, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Sedangkan penyebab bell’s palsy berasal dari kerusakan saraf wajah, tepatnya bagian saraf kranial ketujuh.
Kerusakan saraf ini menyebabkan peradangan yang memengaruhi saraf yang mengendalikan wajah.
Persamaan gejala bell’s palsy dan stroke Melansir Emedicine Health, gejala bell’s palsy dan stroke yang sekilas terlihat sama antara lain:
- Salah satu bagian wajah lemah atau terkulai
- Mulut perot
- Ngiler Salah satu mata tidak bisa ditutup sehingga mata kering
- Salah satu mata banyak mengeluarkan air mata
- Bagian wajah terasa nyeri
- Lidah jadi kurang atau tidak peka rasa
- Penampilan wajah secara keseluruhan jadi tidak simetris karena terdistorsi
BACA JUGA : Gejala Mirip Stroke, Jangan Salah Kenali Penyakit Bell's Palsy
BACA JUGA : Kenali 10 Ragam Risiko Stroke yang Perlu Diwaspadai, Apa Saja?
- Salah satu alis kendur
Gejala stroke umumnya berlangsung cepat atau tiba-tiba.
Sedangkan serangan bell’s palsy bisa terjadi secara bertahap dan baru memburuk dalam hitungan hari.
Penderita bell’s palsy jamak merasakan beberapa gejala yang tidak dialami penderita stroke, antara lain:
- Tidak bisa menoleransi suara kencang
- Telinga berdenging
- Hanya bagian wajah yang mengalami perubahan
- Penglihatan tidak berubah
Gejala bell’s palsy tersebut dapat menyebabkan penderita stres dan menarik diri dari lingkar pergaulan sosial.
Sedangkan penderita stroke umumnya merasakan gejala yang tidak dialami penderita bell’s palsy, antara lain:
Sebagian wajah lemah diikuti mati rasa atau lemas di lengan, tungkai di satu sisi tubuh
-Bingung, susah bicara, dan tidak bisa memahami pembicaraan
- Mengalami gangguan penglihatan
- Susah berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan
- Sakit kepala parah
- Stroke adalah kondisi darurat medis.
Jika ada penderita mengalami gejala stroke, segara cari pertolongan medis atau bawa penderita ke rumah sakit terdekat.
Dokter dapat mengidentifikasi wajah perot atau kelumpuhan wajah penderita berasal dari bell’s palsy atau stroke.
Selain pemeriksaan fisik, dokter umumnya juga merekomendasikan pemeriksaan kerusakan saraf dengan elektromiografi, MRI atau CT scan, serta tes darah untuk mendeteksi diabetes atau kemungkinan infeksi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perbedaan Gejala Bell’s Palsy dan Stroke yang Sekilas Mirip",
Penulis : Mahardini Nur Afifah
Editor : Mahardini Nur Afifah
