TRIBUNJUALBELI.COM - Mengemudikan kendaraan roda empat tidak hanya perlu mematuhi rambu-rambu lalu lintas saja, tetapi juga harus menguasai medan atau jalan yang dilewati.
Misalkan saja berkendara di jalanan perbukitan di mana banyak jalur naik dan turunan tajam serta panjang.
Pengemudi harus pandai mengatur putaran mesin untuk mencegah agar tidak terlalu sering menggunakan rem.
Hanya saja, terkadang masih ada pengemudi mobil yang mengabaikan mengenai posisi gigi transmisi ketika melaju di jalanan menurun.
Contoh, nekat menggeser ke gigi yang lebih tinggi dengan alasan mengurangi getaran mesin ketika gigi transmisi berada di gigi rendah.
Padahal, memindahkan transmisi ke gigi yang lebih tinggi padahal posisi kendaraan melaju di jalanan menurun tidak disarankan.
Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM) Didi Ahadi mengatakan, saat melaju di jalanan menurun yang curam sebaiknya jangan menggunakan gigi tinggi.
“Karena untuk membantu pengereman dengan engine brake, yang dikhawatirkan kalau hanya mengandalkan sistem rem pada roda bisa overheat dan bisa terjadi vapor lock (masuknya uap air ke saluran pengereman), “ kata Didi kepada Kompas.com, Selasa (24/11/2020).
Didi menambahkan, ketika transmisi yang awalnya gigi rendah kemudian di ganti ke gigi yang lebih tinggi padahal kondisi jalan menurun justru akan mengurangi daya engine brake.
“Kalau meluncurkan dengan gigi yang lebih tinggi akan mengurangi daya engine brakenya,” ucapnya.
Didi juga mengatakan, ketika melaju di jalan menurun dan pengemudi ingin memindahkan transmisi ke gigi lebih rendah juga jangan asal menggeser tuas persneling.
Tetapi, juga harus memperhatikan putaran mesin atau RPMnya.
Pasalnya, jika salah atau terlalu tinggi RPM dan transmisi dipindahkan bisa terjadi kerusakan pada mesin.
“Dan juga diperhatikan juga RPM saat memindahkan gigi yang lebih rendah jangan sampai terjadi over running juga,” katanya.
Overrunning adalah ketika putaran mesin terlalu tinggi dan transmisi dipindahkan ke gigi lebih rendah sehingga bisa membuat mesin tidak mampu menahan putaran roda.
“Akibatnya bisa terjadi mesin rusak atau jebol karena komponen mesin tidak kuat menahan. Ini karena mesinnya dipaksa ngikutin putaran roda jadinya, jadi harus diperhatikan juga beban kendaraannya dan turunannya,” ucapnya.
Bahaya, Jangan Injak Rem Terus Menerus Saat Lewat Jalanan Menurun
Rem merupakan komponen yang sangat dibutuhkan saat berkendara di jalan menurun.
Namun bukan berarti harus digunakan secara terus menerus.
Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso Suparman mengatakan, penggunaan rem secara terus menerus dalam waktu lama bisa menyebabkan rem panas, dan menurunkan perfoma bisa yang berakibat rem blong.
Kondisi seperti itu tentu saja berbahaya dan mengancam keselamatan.
“Pengemudi sebaiknya menggunakan transmisi rendah saat melintas jalan menurun, seperti gigi 1 untuk mobil manual, atau L,2 atau 3 bagi mobil matik.
Tujuannya agar laju mobil ikut tertahan oleh putaran mesin,” ujar Suparman belum lama ini kepada Kompas.com.
"Kalau memang harus mengerem, injak yang dalam, kemudian lepas. Jangan diinjak terus menerus," tambahnya.
Sementara itu, Dealer Technical Support Dept.
Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menambahkan, selain perawatan kendaraan, cara mengemudi yang salah juga bisa menyebabkan rem blong saat rute menurun.
Hal ini ditujukan ke para pengemudi bertransmisi matik.
“Sering ditemui pengendara mobil matik yang tidak memindahkan tuas transmisi saat melewati rute menurun. Mereka tetap memasang di tuas posisi (D). Berbeda dengan pengendara mobil bertransmisi manual yang biasanya langsung memindahkan tua ke posisi gigi rendah,” ujar Didi saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (21/11/2020).
Didi mengatakan, tidak dipindahkannya tuas transmisi dari D bisa membuat mobil matik hanya mengandalkan rem saat mengarungi rute menurun.
Kondisi ini yang bisa memicu mendidihnya minyak rem (overheating), sehingga menimbulkan butiran air yang berdampak terhadap rem blong.
“Apabila turunan panjang hanya mengandalkan rem, rem akan panas dan bisa membuat minyak rem mendidi sehingga terjadi efek rem blong atau dikenal dengan istilah vapor lock,” kata Didi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tips Mengemudi Mobil di Jalan Menurun, Jangan Pakai Gigi Tinggi",
Penulis : Ari Purnomo
Editor : Aditya Maulana

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!