TRIBUNJUALBELI.COM - Harga yang bersahabat menjadi salah satu keputusan konsumen ketika membeli mobil bekas.
Kondisi ini juga yang jadi daya tarik utama orang meminang mobil bekas.
Meski murah, jangan lupa untuk melakukan perbaikan mobil.
Pasalnya, meski masih terlihat mulus, usia pemakaian tetap mempengaruhi kondisi mobil.
Sebagus apapun mobil bekas pasti butuh masuk bengkel.
Oleh karena itu, sebaiknya calon pembeli sediakan juga dana tambahan untuk perbaikan atau rekondisi.
BACA JUGA : Honda Memimpin, Ini 10 Daftar Mobil Terlaris di Indonesia Selama Januari-September 2020
BACA JUGA : Mulai Dari 1,5 Juta, Simak Simulasi Kredit hingga 48 Bulan Mobil LCGC di Oktober 2020
Apre dari bengkel AP Speed di Cipinang Jakarta Timur, mengatakan biaya perbaikan mobil bekas relatif, tergantung dari seberapa banyak yang harus diperbaiki atau diganti.
“Untuk mesin paling butuh tune up dan servis ringan itu sekitar Rp 1,5 juta. Tapi kalau banyak yang diperbaiki, sampai overhaul bisa mencapai Rp 10 jutaan,” ujar Apre belum lama ini kepada Kompas.com.
“Umumnya kalau enggak kenapa-kenapa, cuma tune up saja sudah enak lagi mobilnya,” lanjut Apre.
Biaya tersebut di luar penggantian pelumas atau cairan-cairan yang sudah habis masa pakai, seperti oli, air radiator, dan minyak rem.
Sementara bagian lainnnya seperti kaki-kaki jika tak ada perbaikan, bisa langsung digunakan.
“Perbaikan kaki-kaki, misalkan ada yang diganti itu biayanya mulai Rp 3 jutaan. Kalau termasuk shockbreaker, bushing arm, bearing bisa sampai Rp 5 jutaan,” kata Apre.
Jadi, kalau ditotal, minimal jika hendak meminang mobil bekas, harus menyediakan dana rata-rata sekitar Rp 5 juta-Rp10 jutaan.
Tergantung kondisi masing-masing mobil bekas yang dipinang.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hitung Kisaran Biaya Perbaikan Usai Beli Mobil Bekas",
Penulis : Aprida Mega Nanda
Editor : Agung Kurniawan

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!