TRIBUNJUALBELI.COM - Meski sama-sama memiliki fungsi untuk melumasi mesin.
Oli motor manual dan matik memiliki spesifikasi yang berbeda.
Meski begitu oli sepeda motor untuk matik dan manual tidak boleh digunakan satu sama lainnya.
Artinya, oli khusus matik hanya boleh digunakan motor matik, sementara oli khusus manual, ya hanya boleh untuk motor manual.
Memang banyak juga yang menggunakan oli motor manual untuk motor matik dan itu sebenarnya tidak terlalu masalah, tapi kalau sebaliknya itu yang bahaya.
BACA JUGA : Banyak Pilihannya, Ini Daftar Harga Oli Motor Matik Mulai 40 Ribuan
BACA JUGA : Simak Daftar Harga Oli Motor Matik SAE 10W-30, di Bawah 100 Ribu
Motor dengan transmisi matik biasanya menggunakan kopling kering yang memiliki Continuously Variable Transmission (CVT) dan terpisah dari bagian mesin.
Artinya pelumas mesin untuk motor matik itu sebenarnya hanya memberikan perlindungan dan membantu proses kerja pada jeroan mesin saja.
Untuk transmisi CVT dibutuhkan oli gardan yang berbeda lagi.
Lain halnya dengan motor manual, yang menggunakan kopling basah.
Oli yang dimasukan ke dalam mesin berguna untuk melumasi jeroan mesin dan juga sistem transmisinya.
Tentu saja, ini membuat kandungan yang digunakan oli motor transmisi matik dan manual tidak sama.
Supaya Anda tidak salah memilih lagi ketika harus mengganti oli motor Anda, berikut beberapa hal mengenai perbedaan oli matik dan manual:
Kode
Oli Matik:
Oli matik memiliki kode Japanese Automotive Standard Association (JASO) MB yang artinya mempunyai kandungan molybdenum atau zat aditif 'friction modifier'.
JASO sendiri merupakan lembaga independen di Jepang yang menguji kualitas sebuah produk oli di negaranya.
BACA JUGA : Perhatikan 2 Hal Ini Agar Tak Tertipu Oli Motor Palsu
BACA JUGA : Awas Kena Tipu! Begini 2 Cara Mudah Hindari Pembelian Oli Motor Palsu
Oli Manual:
Oli manual memiliki kode JASO MA – kode ini untuk menunjukan bahwa oli tersebut sangat cocok digunakan untuk kendaraan berkopling basah - yang memiliki kandungan zat aditif senyawa dengan kampas kopling.
Dengan menggunakan oli manual pada motor manual, maka hal tersebut mengurangi resiko terjadinya gesekan pada bagian kopling.
Viskositas
Secara tingkat viskositas dari pelumas antara motor matik dengan motor manual sebenarnya tidak berbeda.
Keduanya memiliki pilihan rentang viskositas atau kekentalan oli yang beragam, mulai dari viskositas 5W-40, 10W-30, kemudian 10W-40 sampai ke 20W-50.
Patut diingat jika menggunakan oli yang salah untuk sepeda motor memang tidak dapat memberikan dampak langsung secara cepat, tetapi jika dilakukan terus-menerus maka akan meningkatkan risiko kerusakan mesin.
Sebaiknya oli motor matik digunakan untuk melumasi mesin motor matik saja, karena jika digunakan pada motor manual maka risikonya akan terjadi slip kopling karena oli matik ini tidak mengandung aditif untuk membuat kopling jadi presisi.
Begitu pula sebaliknya, jika oli motor manual digunakan pada motor matik maka akibatnya bisa membuat pergesekan transmisi otomatis (CVT) terasa kasar.
Jadi jangan sembarangan memilih oli mesin untuk motor kesayangan, pilihlah oli mesin yang paling sesuai dengan jenis sepeda motor Anda. (*)
(Tribunjualbeli.com/Andkp)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!