TRIBUNJUALBELICOM - Kasus mobil terbakar di jalan raya saat sedang dikemudikan belakangan ini sering terjadi.
Insiden tersebut bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa hal.
Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
Pemasangan aksesori yang tidak benar atau sesuai dapat memicu terjadinya kebakaran.
BACA JUGA : Cari Mobil Keluarga Mewah Tapi Murah? Cek Daftar Harga MPV Pintu Geser Bekas di Bawah Rp 100 Juta
BACA JUGA : Cek Harga Mobil Hatchback Terbaru Oktober 2020, Beberapa Merek Ada Kenaikan
Service Director PT Suzuki Indomobil Sales Riecky Patrayudha, mengatakan, saat memasang aksesori kelistrikan, dianjurkan untuk menggunakan sekring sebagai pengaman.
"Sebab, sekring berfungsi untuk memutus arus jika terjadi hubungan arus pendek."
"Jika hal ini tidak dihiraukan, kabel berpotensi meleleh dan menyebabkan mobil terbakar," ujar Riecky, dalam keterangan resminya, beberapa waktu lalu.
Riecky menambahkan, sekring yang terpasang jauh dari sumber listrik (baterai) dan terminal konektor yang longgar juga dapat mengakibatkan panas berlebih dan menimbulkan percikan api.
Penyebab kebakaran berikutnya adalah pemasangan tutup oli yang kurang rapat.
Sebab, tutup oli yang tidak terpasang dengan benar dapat membuat cipratannya menetes ke knalpot.
Percikan oli tersebut bisa berubah menjadi api.
Selain itu, penggunaan bohlam headlamp atau foglamp yang tidak sesuai standarnya juga berpotensi memicu kebakaran.
BACA JUGA : Cek Harga Mobil Bekas Murah, Dana Rp 50 Juta Dapat Sirion, Civic hingga BMW
BACA JUGA : Cek Harga Bekas Mobil Isuzu New Panther Tahun 2002 Per Oktober 2020
Riecky mengatakan, tiap pabrikan tidak menganjurkan pemilik mobil untuk mengganti bohlam headlamp atau foglamp dengan watt yang lebih besar dari ukuran standar.
"Sebab, kapasitas watt yang lebih besar dari standar akan menyebabkan aki terkuras dan berpotensi mengakibatkan panas yang mampu mengakibatkan kebakaran," kata Riecky.
Menurut Riecky, semua sistem pada kendaraan sudah didesain dan dilakukan uji coba.
Termasuk pemasangan dan kapasitas komponen kelistrikan yang didesain agar saat terjadi kegagalan pada sistem kelistrikan tidak menyebabkan hubungan pendek arus listrik yang bisa memicu mobil terbakar.
Jangan Tergoda Murahnya, Ini Resiko Ketika Membeli Mobil Bekas Tabrakan
Membeli mobil bekas memang menjadi pilihan alternatif bagi yang ingin mempunyai kendaraan roda empat tapi dana terbatas.
Namun, sebagai calon pembeli mobil bekas, kita juga harus pintar-pintar memilih dan menganalisa mobil yang akan dibeli.
Salah satu hal yang paling sering ditekankan adalah soal ada atau tidaknya jejak sisa tabrakan pada mobil bekas tersebut.
Hal ini bukannya tanpa alasan.
Dilansir dari otoseken.gridoto.com, “Kalau dari perspektif road safety, membeli kendaraan yang pernah tabrakan sangat tidak disarankan,” buka Adrianto Sugiarto Wiyono, Dosen Transportasi Politeknik APP Jakarta yang juga Senior Instructor Indonesia Defensive Driving Centre (IDDC) kepada GridOto.com (10/6).
Setiap mobil harus memenuhi aspek roadworthiness alias kelayak-jalanan dan crashworthiness alias kelayak-tabrakan.
Mungkin saja kendaraan yang pernah mengalami tabrakan tersebut masih dapat berjalan dengan baik, namun yang menjadi masalah adalah struktur kendaraan tersebut sudah berubah.
“Jika terjadi tabrakan di titik yang sama, maka sudah pasti kendaraan tersebut tidak akan dapat melindungi penumpang di dalamnya,” terang Adrianto.
Hal ini mengingat mobil baru saja diharuskan untuk menjalankan pengujian yang ketat dan panjang sampai bisa dipasarkan.
“Jika kendaraan pernah tertabrak dan strukturnya berubah, maka logikanya perlu pengujian lagi untuk memastikan bahwa kendaraan tersebut layak jalan,” jelasnya.
(Kompas.com/Donny Dwisatryo Priyantoro)
Sebagian artikel ini sudah tayang di laman Kompas.com dengan judul Kenali Ini Penyebab Mobil Terbakar saat Sedang Dikemudikan

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!