TRIBUNJUALBELI.COM - Tahu menjadi makanan favorit banyak orang.
Yak, makanan yang kerap dijadikan lauk ini memang dikenal memiliki banyak kandungan protein.
Selain rasanya yang lezat, harga tahu juga murah loh.
Biasanya ada beberapa orang yang makan tahu mentah.
Meski tahu boleh dimakan begitu saja, mengonsumsi tahu mentah pun memiliki risiko yang perlu diwaspadai.
Pasalnya, tahu bisa terkontaminasi bakteri selama proses pembuatannya.
BACA JUGA: Jarang Diketahui, Ternyata Tempe Dibungkus Daun Pisang Bisa Picu Hal Mengerikan
Tak Disangka, Konsumsi Tempe Setiap Hari Bisa Picu Berbagai Penyakit
Nah, kontaminasi bakteri bisa terjadi dari makanan lain yang mentah, seperti daging ayam, daging sapi, dan lainnya.
Bahkan dari tempat pembuatan yang tidak bersih, atau kontaminasi dari seseorang yang membuatnya bila ia sedang bersin, batuk, atau tidak mencuci tangan sebelum membuat tahu tersebut.
Selain itu, air yang kotor pada pembuatan tahu juga bisa mengontaminasi tahu.
Mengonsumsi tahu mentah yang terkontaminasi bakteri dapat menyebabkan penyakit pada sistem pencernaan.
Gejala yang mungkin terjadi bila makan tahu mentah yang terkontaminasi seperti mual, muntah, diare, serta perut kembung.
Gejala yang lebih parah pun mungkin saja terjadi, seperti diare berdarah, demam, atau diare yang berlangsung selama beberapa hari.
Yang perlu kamu ketahui, mengonsumsi tahu mentah paling berisiko pada seseorang dengan kekebalan tubuh yang lemah.
Misalnya dikonsumsi bayi, lansia di atas usia 65 tahun, wanita hamil, dan orang-orang dengan kondisi autoimun.
Nah, jadi jangan lagi lakukan makan tahu mentah ya.
Kebanyakan Makan Tahu Turunkan Fungsi Otak? Ini Faktanya
Tahu adalah salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia yang terbuat dari olahan kacang kedelai.
Tak seperti sahabatnya yaitu tempe yang diyakini bermanfaat untuk meningkatkan memori atau daya ingat.
Tahu justru disebut makanan yang dapat memengaruhi fungsi otak alias kepikunan.
Ya, makanan sejuta umat ini diungkap sebuah penelitian ternyata dapat menurunkan fungsi kognitif dan memori otak.
Tahu yang disebut dapat menyebabkan kepikunan, diungkap oleh penelitian yang diterbitkan dalam Journal Dementia and Geriatric Cognitive Disorders.
Penelitiannya dilakukan di Indonesia.
Dimana penelitian tersebut mengatakan secara jelas bahwa tahu termasuk ke dalam makanan yang secara signifikan dapat memengaruhi fungsi otak.
Temuan tersebut menyebutkan adanya hubungan antara banyaknya mengonsumsi tahu dengan peningkatan risiko penurunan kemampuan kognitif.
Menurut mereka mengonsumsi tahu sebanyak 9 kali atau lebih dalam seminggu berisiko menyebabkan kehilangan memori.
Dimana temuan tersebut diperoleh seteleh peneliti melibatkan 719 pria dan wanita di Indonesia.
Kemudian responden tersebut diminta untuk menjalani serangkaian tes memori.
Hasilnya mereka yang makan lebih dari 9 porsi tahu dalam seminggu mengalami tantangan memori yang lebih sulit ketimbang mereka yang tidak.
Dari situ , peneliti menyimpulkan kandungan senyawa phytoestrogen pada tahu diyakini menjadi penyebab fungsi otak menurun.
Sayangya penelitian ini masih menuai banyak kontroversi.
Sebab apakah tahu tersebut secara signifikan dalam memengaruhi fungsi otak masih menjadi tanda tanya besar.
Disisi lain, sebuah penelitian juga menyebutkan tempe yang juga berasal dari olahan fermentasi kacang kedelai justru dapat meningkatkan memori.
Oleh karena itu, penelitian mengenai tahu yang menyebabkan penurunan fungsi otak ini dinilai masih perlu penelitian lebih lanjut.
Meski begitu, dari penemuan penelitian-penelitian tersebut setidaknya kita bisa belajar bahwa mengonsumsi makanan secara berlebihan memang berisiko memicu gangguan kesehatan.
(Fadlilah Widya/Tribunjualbeli.com)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!