zoom-in lihat foto Menteri Perindustrian Mengusulkan Pajak Pembelian Mobil Baru Dihapus, Penjual Mobkas Langsung Beri Reaksi
Untuk mendongkrak daya beli konsumen di tengah pandemi Covid-19,

TRIBUNJUALBELI.COM - Untuk mendongkrak daya beli konsumen di tengah pandemi Covid-19, Menteri Perindustrian (Menperin) mengusulkan untuk relaksasi berupa penghapusan sementara pajak mobil baru.

"Kami sudah mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk relaksasi pajak mobil baru 0 persen, sampai bulan Desember 2020," jelas Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian, melalui pesan tertulis (14/9).

Menperin Agus mengatakan, upaya ini diharapkan, dapat menstimulus pasar sekaligus mendorong pertumbuhan sektor otomotif di tengah masa pandemi Covid-19.

Masih menurutnya, upaya pemangkasan pajak pembelian mobil baru tersebut diyakini bisa mendongkrak daya beli masyarakat. Tujuannya untuk memulihkan penjualan produk otomotif yang tengah turun selama pandemi.

Namun di sisi lain, pasar mobil bekas juga ikut terkena dampak dari pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Mulai Rp 190 Jutaan, Cek Daftar Harga Mobil SUV Murah All Merek Terbaru September 2020

BACA JUGA: Cek Harga Mobil All New Ertiga dan All New Ertiga Suzuki Sport Per September 2020

Geri dari showroom mobil bekas Permata Mobilindo Regensi mengungkapan, pasar mobil bekas memiliki pangsa pasar tersendiri.

"Menurut saya penghapusan pajak mobil baru enggak masalah, karena mobil bekas sudah punya pasarnya tersendiri ya," buka Geri dari showroom mobil bekas Permata Mobilindo Regensi di Tangerang.

Menurutnya, jika harga mobil baru menjadi murah, Ia bisa menyesuaikan dan mengikuti harga pasaran.

2 dari 2 halaman

"Kalau harga jual kita masih ikutan harga pasar, karena itu juga masih usulan, kalau harga mobil baru jadi murah, ya saat kita ambil unit bekasnya liat harga barunya juga, jadi bisa menyesuaikan," ungkapnya.

Geri menambahkan, walaupun mobil bekas ikut terkena dampak dari pandemi Covid-19, saat ini pasar mobil bekas sudah berangsur pulih.


"kalau pandemi jelas berdampak ya, puncak bulan April dan Juni, tapi di bulan Agustus dan September sudah berangsur membaik, udah lumayan banyak," tambah Geri.

Sementara Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, aktivitas industri otomotif memiliki multiplier effect yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja yang besar hingga memberdayakan pelaku usaha di sektor lainnya.

"Industri otomotif itu mempunyai turunan begitu banyak. Ada tier 1, tier 2 yang begitu banyak," Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.

Berita ini telah tayang di otoseken.gridoto.com dengan judul Menperin Usulkan Pajak Mobil Baru Dihapus, Ini Tanggapan Pedagang Mobkas

Selanjutnya