TRIBUNJUALBELI.COM - Waspada isi bensin di Pertamini, bensin dioplos dengan bahan lain.
Kasus ini dibongkar jajaran Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimum) Polda Lampung (6/7).
Jenis BBM yang dioplos adalah Premium dan Pertalite.
Kejadian ini ditemukan di desa Klaten, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Ditemukan BBM oplosan dengan bahan minyak mentah.
Dilansir dari Tribunnews Lampung, terungkapnya kasus bensin oplosan Pertamini berawal dari laporan laporan masyarakat yang mengeluhkan motor milik mereka mogok dan rusak setelah mengisi BBM di sejumlah kios dan Pertamini.
Mendapati laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dengan menelusuri siapa penyuplai pemasok BBM.
"Ternyata benar BBM itu adalah hasil dari oplosan, sebelumnya dari bahan minyak mentah. Kemudian dicampur mereka dengan zat pewarna," terang Kapolda Lampung, Irjen Pol. Sudjarno.
Modus pengoplos bensin Pertamini, minyak mentah dicampur pewarna. Modus ini rupanya sudah berlangsung enam bulan.
Dilansir dari Tribunnews Lampung, gelar perkara dilakukan jajaran Ditreskrimsus Polda Lampung (6/7). Terungkap dari 6 terduga pelaku, dalam melakukan aktifitas pengoplosan bensin.
Lewat olah perkara, bensin jenis Premium dan Pertalite dioplos dengan diawali para pelaku mengeluarkan Bahan minyak mentah dari tabung besar diatas kendaraan truk Colt Diesel BE 9067 CR, menggunakan mesin Genset, lalu menyalurkan ke tabung pakai selang panjang.
Setelah minyak mentah dikeluarkan, terlihat para pelaku mencampur minyak mentah dengan dua zat pewarna.
Bahan mentah yang sebelumnya terlihat bening, berubah warna menjadi warna kuning dan warna hijau. Kuning menjadi BBM Premium, sedangkan hijau jadi BBM Pertalite.
Hasil gelar perkara Mapolda Lampung mendapati BBM Premium dan Pertalite sebanyak 6.000 liter yang dimuat dalam delapan tabung besar.
Polisi juga menyita satu unit truk Mitsubishi Colt Diesel bernopol BE 9067 CR dan Daihatsu Gran Max BE 9455 UE, puluhan jeriken, dokumen catatan penjualan, peralatan pengolosan dan uang tunai Rp 11 juta.
Kapolda Lampung, Irjen Pol. Sudjarno sempat menanyakan kepada Dedi, salah satu pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Zat pewarna ini, berjenis apa,” tanya Kapolda Lampung.
“Zat pewarna itu, memang zat pewarna khusus untuk mengoplos minyak mentah pak."
"Saya tidak tahu apa nama mereknya, namun zat pewarna ini satu-satunya merupakan pewarna melarutkan minyak mentah jadi BBM Premium dan Pertalite,” jawab Dedi, seraya mengaku baru enam bulan melakukan praktik pengoplosan.
Kapolda Lampung menduga ada jaringan pengoplos bensin eceran yang dijual melalui Pertamini.
Dirinya juga tak percaya pelaku melakukan praktik ini baru enam bulan.
Ia pun langsung mengintruksikan kepada penyidik, agar kasus ini terus dikembangkan.
Kasus ini terus ditelusuri Ditreskrimum Polda Lampung, yang menduga masih ada jaringan pengoplos bensin eceran melalui Pertamini.
“Kasusnya harus terus dikembangkan, termasuk jaringan pengoplos minyak BBM,” perintah Kapolda.
Perintah ini langsung ditanggapi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung, Kombes Pol. Rudi Setiawan.
“Penyidik masih menggali keterangan mereka. Termasuk akan juga mengirimkan zat pewarna ke laboratorium, agar diketahui jenis apa zat pewarna yang digunakan,” ungkap Rudi dihadapan Kapolda Lampung (6/7), seperti dikutip dari Tribunnews Lampung. (Otomotifnet/Harryt MR)
Berita ini sudah tayang di laman Otomotifnet pada tanggal 7 Juli 2017 pukul 17:40 WIB dengan judul Waspada Isi Bensin Di Pertamini, Bensin Dioplos Minyak Mentah

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!