TRIBUNJUALBELI.COM - Toyota selalu menjadi raja dari setiap segmen otomotif di Indonesia.
Baik dari segmen MPV (keluarga), SUV dan LCGC atau city car.
Sebut saja beberapa merek mobil Toyota yang selalu laris manis di pasar mobil Indonesia Toyota Avanza, Toyota Rush, Toyota Innova dan Toyota Agya.
Keempat mobil ini termasuk mobil terlaris di Indonesia karena selalu dapat penyegaran tiap tahunnya oleh Toyota.
Tapi, selain keempat mobil yang laris manis tersebut, ternyata Toyota memiliki beberapa mobil yang kurang laku di Indonesia.
BACA JUGA: 6 Mobil Ini Kurang Laku di Indonesia, Kamu Punya Salah Satunya?
BACA JUGA: Gara-gara Corona, Mobil Bekas Ini Justru Banyak Dicari dan Paling Laku di Pasaran
Pastinya kalian penasaran kan kenapa sekelas pabrikan Toyota mempunyai mobil yang kurang laku.
Daripada penasaran, langsung saja nih beberapa mobil yang kurang begitu mujur nasibnya seperti mobil mobil toyota lainnya.
1. Toyota Nav 1
Mobil Toyota Nav1 ini mempunyai tipe Mesin :3ZR-FAE dengan dukungan 4 silinder segaris, serta 16 Valvematic berkapasitas 2,0 L.
Kapasitas Silindernya 3456 dengan Sistem Suplay Bahan bakar teknologi EFI.
Dengan menggendong mesin tersebut,mobil ini mampu memberikan Daya Maksimum 158 Ps/6200 rpm dan Torsi Maksimum mencapai 196 Kgm/1956 rpm.
Mobil yang sebenarnya di harapkan oleh pihak Toyota bisa menggempur pasar di segmen MPV atau Multi-Purpose Vehicle ,teryata malah dibawah eskpetasi dari hasil penjualannya.
Mobil ini juga masuk kedalam catatan buruk di pihak Toyota, sebagai mobil yang kurang laku di Indonesia.
Namun apadaya keberuntungan dari mobil merk Nav1 ini kurang berpihak.
BACA JUGA: 5 Merek Mobil Ini Miliki Kualitas Baik Tapi Kurang Laku di Indonesia
BACA JUGA: Meski Bekasnya di Bawah 100 Juta, Mobil Bekas Ini Tidak Menarik di Mata Pembeli
2. Toyota Sienta
Penjualan Toyota Sienta terus turun sejak meluncur pada 2016 silam.
Pada tahun 2019 tepatnya bulan Juni pengiriman ke diler mencapai 300-an unit tapi kini penjualannya cukup menyentuh 200-an unit.
Dilansir dari Kompas.com, Toyota Sienta saat pertama hadir pada 2016, Sienta diposting untuk masuk di segmen yang sama dengan Honda Freed.
Saat ini penjualan Sienta sedang dalam fase penyembuhan, dia percaya Sienta bisa bertahan karena Toyota kuat di layanan purnajual.
Executive General Manager Toyota Astra Motor (TAM), Franciscus Soerjopranoto, mengatakan secara tersirat bahwa salah satu penurunan minat pada Sienta yaitu karena model ini belum mengalami penyegaran selama tiga tahun sejak peluncuran.
3. Toyota Etios Valco
Eksistensi hatchback Toyota Etios Valco yang menempati kategori mobil kota di Indonesia kandas.
Ketika pertama kali mengaspal di dalam negeri, mobil ini sempat menjadi rajanya mobil kota.
Pada tahun pertamanya di Indonesia, Etios membukukan wholesales sampai 12.747 unit.
Namun, pada 2014 penjualannya menurun 21,23 persen atau menjadi 10.041 unit, dan terjadi lagi di 2015 merosot 43,90 persen (5.633 unit).
Memang pada tahun-tahun itu (2014-2015), segmen LCGC sedang merangkak naik dan tampaknya mulai memukul segmen mobil kota seperti Etios.
Penurunan kembali terjadi pada 2016 (38,86 persen), dan pada 2017 minus sampai 80,69 persen, atau 665 unit saja.
Banyak faktor yang menyebabkan Etios tidak lagi dipasarkan untuk masyarakat Indonesia.
Salah satunya ialah saat ini fokus kami memenuhi kebutuhan masyarakat di segmen hatchback melalui dua produk kami.
Tapi jika kalian ingin punya mobil ini bisa cari di Tribunjualbeli.com, klik linknya disini .(*)
(Andra/Tribunjualbeli.com)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!