TRIBUNJUALBELI.COM - Apakah kamarmu sering berantakan? Coba cek, semua tertata dengan rapi atau tidak.
Kebanyakan orang beranggapan kamar yang berantakan adalah hal wajar, terutama bagi remaja, anak kos atau orang tua yang memiliki anak kecil.
Tapi ternyata, kamar berantakan bisa menunjukkan kesehatan mental seseorang, seperti kondisi pikiran yang juga semrawut.
Menariknya lagi, kamar berantakan juga memperlihatkan kepribadian seseorang.
Ada orang yang bisa beraktivitas dengan optimal meski kamarnya berantakan.
Di sisi lain, ada yang merasa kewalahan dan tak bisa fokus jika kamar belum rapi.
Setiap situasi ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, bergantung pada tiap individu.
BACA JUGA:
3 Ide Dekorasi Kamar Tidur untuk Remaja, Jadi Lebih Nyaman
Meski Kerap Dipakai, 3 Benda Ini Tak Boleh Anda Simpan di Kamar Mandi
Kamar berantakan dan kesehatan mental
Memiliki kamar berantakan selama ini selalu dianggap tidak ideal, menandakan pemilik kamar cenderung malas atau terlalu sibuk.
Atau, bisa juga menjadi pertanda seseorang memiliki hoarding disorder sehingga suka menumpuk terlalu banyak barang tak berguna.
Dalam beberapa kasus, kamar berantakan bisa mengindikasikan kondisi psychiatric.
Contohnya orang dengan obsessive-compulsive disorder (OCD) akan sangat sibuk memastikan semua benda berada di tempatnya.
Jika tidak, akan menimbulkan rasa cemas berlebih yang cukup signifikan dan mengganggu kesehariannya.
Untuk menakar apakah kamar berantakan berhubungan dengan aspek psikologis atau tidak, kembali lagi ke setiap individu.
Jika kamar berantakan ini terjadi baru-baru saja padahal selama ini cenderung rapi, bisa jadi ada yang tidak beres.
Mungkin orang tersebut mengalami depresi sehingga tak lagi punya energi untuk merapikan ruangan.
BACA JUGA:
5 Benda Ini Ternyata Bisa Jadi Sumber Penyakit Kalau Diletakkan di Kamar Tidur
4 Cara Agar Menciptakan Kamar Tidur Menjadi Nyaman
Selain itu, orang yang memiliki kamar berantakan karena kondisi mental biasanya merasa ada yang mengganggu pikirannya.
Pada akhirnya, kondisi kamar berantakan menandakan ada sesuatu lebih dalam yang mengganggu.
Perlu konsultasi dengan psikiater atau profesional untuk menguliknya lebih dalam.
Kamar berantakan dan kepribadian
Lalu adakah kaitan antara kamar berantakan dengan kepribadian seseorang?
Ada orang yang tak bisa tinggal di ruangan yang tidak rapi.
Di sisi lain, ada juga yang tidak memprioritaskan hal itu karena menganggap wajar jika kamar menjadi berantakan.
Artinya, kondisi kamar berantakan berkaitan erat dengan kepribadian seseorang, yang dibedakan menjadi:
Tipe A
Pada kepribadian tipe A, kamar yang rapi dan semua berada pada tempatnya akan membuatnya lebih produktif sekaligus kreatif.
Orang dengan kepribadian jenis ini cenderung perfeksionis.
Ketika sesuatu berada sesuai dengan tempatnya, mereka merasa terpuaskan karena kendali ada di tangan mereka.
BACA JUGA:
Buruk untuk Kesehatan! Ini Risiko Miliki Kamar Mandi di dalam Kamar Tidur yang Jarang Disadari
Tipe B
Sementara orang dengan kepribadian tipe B justru betah berada di kamar berantakan.
Ajaibnya, mereka juga bisa dengan mudah menemukan benda yang dicari terlepas dari seberapa berantakannya situasi ruangan.
Orang dengan kepribadian tipe B cenderung lebih santai ketimbang tipe A.
Bukannya fokus pada situasi yang sempurna, mereka lebih mengejar ide, pengalaman, dan kreativitas.
Tidak ada yang salah atau benar di antara dua kepribadian di atas.
Selama kamar berantakan tidak terjadi tiba-tiba dan menandakan seseorang mengalami masalah mental seperti depresi, bukan masalah.
Keuntungan dari kamar berantakan
Bahkan, ada penelitian yang mendukung bahwa kamar berantakan juga punya sisi positif. Apa saja?
Ilustrasi Bekerja di Kamar yang Berantakan | shutterstock via Kompas.com
Tingkatkan kreativitas
Para peneliti meyakini bahwa situasi kamar berantakan membuat seseorang bebas dari norma sosial dan ekspektasi.
Hal ini membuat mereka bisa menemukan ide kreatif dan inovatif dari situasi kamar berantakan.
Kelebihan ini bisa menguntungkan orang-orang yang profesinya menuntut untuk terus berpikir kreatif.
Mencoba hal baru
Albert Einstein dikenal sebagai seorang jenius yang bisa bekerja di dalam kamar berantakan.
Dalam sebuah penelitian pun, orang yang bekerja dalam kamar berantakan lebih antusias mencoba hal atau ide baru.
Di sisi lain, orang yang harus berada di kamar rapi justru cenderung memilih konsep yang sudah ada sebelumnya.
Meski demikian, bukan berarti bisa ditarik kesimpulan bahwa orang yang bekerja di lingkungan berantakan cenderung lebih kreatif ketimbang mereka yang kamarnya rapi.
Lagi-lagi, semuanya bergantung pada kepribadian tiap individu.
Apabila seseorang merasa lebih bisa bekerja efektif di ruangan yang berantakan, tak perlu terbebani mengikuti tren bahwa kamar harus rapi.
Selama tidak terbukti mengalami hoarding disorder, tak wajib juga menjalani gaya hidup minimalis.
Namun jika kamar berantakan merupakan sebuah fenomena baru diikuti dengan empunya ruangan yang tak lagi antusias menjalani hari, bisa jadi karena ada masalah dengan kesehatan mental. Segera konsultasikan kepada pakarnya.
(Kompas.com/Wisnubrata)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kamar Berantakan, Apakah Terkait dengan Kepribadian?

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!