TRIBUNJUALBELI.COM - Saat berminat beli mobil namun budget mepet, solusinya dengan membeli yang seken.
Nah, biasanya untuk mendapatkan mobil seken dengan kondisi terbaik, ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan.
Salah satu pertimbangan utama orang dalam membeli mobil seken adalah mobil yang bukan atau bebas bekas tabrakan.
Untuk mengetahui kondisi mobil seken bekas tabrakan atau tidak, ada bagian yang bisa dilihat dengan mudah.
"Di bagian bibir dalam pintu mobil atau kap mesin terdapat tonjolan sealer dari cetakan produksi pabrikan mobil berbahan karet," terang Masyogi Adiputra, Head of Marketplace Carro Indonesia kepada GridOto.com.
Sealer pada mobil seken yang bebas tabrakan terlihat mulus, tetap terlihat menyatu dengan panel pintu mobil.
BACA JUGA:
Cari Mobil Bekas Murah? Cek Harga Suzuki APV Tahun 2005-2010
Cek Harga Mobil Bekas Isuzu Panther Tahun 1997, Termurah Rp 45 Juta
Kalau di mobil bekas tabrakan, sealer biasanya sudah terlihat retak atau bekas tekukan sebagai indikasi pernah tabrakan dan mobil masuk body repair.
Jika dilihat secara fisik masih samar, Uuntuk mengetahui perbedaannya Anda bisa tekan dengan jari atau kuku pada bagian sealer.
"Mobil yang bebas bekas tabrakan sealer-nya masih keras dan kaku kalau ditekan, karena dari pabrikan mobil dibuat seperti itu," jelas Masyogi.
Lanjut Masyogi, mobil bekas tabrakan memiliki sealer yang terasa kenyal dan mudah digoyangkan saat dipegang.
"Berarti ada indikasi sealer-nya sudah diganti sewaktu mobil masuk body repair sebelum dijual," sebut Masyogi.
Jangan Tergoda Murahnya, Ini Resiko Ketika Membeli Mobil Bekas Tabrakan
Karena murah, banyak orang beli mobil bekas ketimbang membeli mobil baru.
Namun, sebagai calon pembeli mobil bekas, kita juga harus pintar-pintar memilih dan menganalisa mobil yang akan dibeli.
Salah satu hal yang paling sering ditekankan adalah soal ada atau tidaknya jejak sisa tabrakan pada mobil bekas tersebut.
Hal ini bukannya tanpa alasan.
“Kalau dari perspektif road safety, membeli kendaraan yang pernah tabrakan sangat tidak disarankan,” buka Adrianto Sugiarto Wiyono, Dosen Transportasi Politeknik APP Jakarta yang juga Senior Instructor Indonesia Defensive Driving Centre (IDDC) kepada GridOto.com (10/6).
Setiap mobil harus memenuhi aspek roadworthiness alias kelayak-jalanan dan crashworthiness alias kelayak-tabrakan.
Mungkin saja kendaraan yang pernah mengalami tabrakan tersebut masih dapat berjalan dengan baik, namun yang menjadi masalah adalah struktur kendaraan tersebut sudah berubah.
“Jika terjadi tabrakan di titik yang sama, maka sudah pasti kendaraan tersebut tidak akan dapat melindungi penumpang di dalamnya,” terang Adrianto.
Hal ini mengingat mobil baru saja diharuskan untuk menjalankan pengujian yang ketat dan panjang sampai bisa dipasarkan.
“Jika kendaraan pernah tertabrak dan strukturnya berubah, maka logikanya perlu pengujian lagi untuk memastikan bahwa kendaraan tersebut layak jalan,” jelasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang dilaman GridOto.com dengan judul Cegah Beli Mobil Seken Bekas Tabrakan, Bisa Lihat Tandanya Di Sini

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!