zoom-in lihat foto Macam Penyebab Nyeri Haid, Cara dan Tindakan untuk Mengatasinya
Macam Penyebab Nyeri Haid, Cara dan Tindakan untuk Mengatasinya | Kompas.com via Shutterstock

TRIBUNJUALBELI.COM - Kaum wanita dewasa yang sedang mengalami haid mungkin sudah terbiasa dengan rasa nyeri yang timbul pada perut.

Namun, perlu diperhatikan rasa nyeri seperti apa yang kamu alami saat sedang haid.

Pasalnya, rasa nyeri yang ditimbulkan bisa berbeda-beda, selain itu ada juga keluhan lain seperti pegal pada mulut vagina, nyeri pinggang, dan pegal-pegal di paha.

Bahkan, pada beberapa orang, nyeri haid bahkan dapat disertai sakit kepala, diare, mual, dan muntah.

Macam Penyebab Nyeri Haid, Cara dan Tindakan untuk Mengatasinya | health.grid via iStockphoto
Macam Penyebab Nyeri Haid, Cara dan Tindakan untuk Mengatasinya | health.grid via iStockphoto

Penyebab sakit perut saat haid

Melansir Buku Panduan Lengkap Kesehatan Wanita (2012) oleh dr. Wening Sari, M.Kes., sakit perut saat haid terjadi karena kejang otot rahim.

Kontraksi otot rahim ini dipicu oleh peningkatan hormon prostaglandin yang terjadi tepat sebelum menstruasi dimulai.

BACA JUGA:

Wanita Wajib Waspada, 4 Macam Gangguan Haid Ini Tak Boleh Disepelekan

Rasa nyeri di perut ini bervariasi antara satu wanita dengan wanita lainnya.

2 dari 4 halaman

Nyeri ini pada umumnya tidak membahayakan, tetapi memang dapat mengganggu dan mengurangi produktivitas wanita dalam bekerja, sekolah, atau olahraga.

Nyeri haid disebabkan adanya gangguan pada organ reproduksi atau faktor hormonal dan bukan semata karena faktor psikologis.


Beda nyeri haid primer dan nyeri haid sekunder

1. Nyeri haid primer

Nyeri haid tanpa kelainan pada organ reproduksi termasuk dalam nyeri haid primer.

Nyeri haid ini biasanya terjadi setela 6-12 bulan menstruasi yang pertama, saat siklus haid sudah teratur.

Macam Penyebab Nyeri Haid, Cara dan Tindakan untuk Mengatasinya | Intisari.Grid via New Yout Post

Nyeri haid primer dapat muncul beberapa jam sebelum menstruasi hingga hari ke-2 menstruasi.

BACA JUGA:

Siklus Haid Tidak Teratur? Faktanya Pil KB Bisa Mengatasinya

Pada sebagian wanita, nyeri haid berkurang setelah melahirkan.

3 dari 4 halaman

Berikut ini ciri-ciri nyeri haid primer:

- Nyeri berupa kram dan tegang pada perut bagian bawah
-Pegal pada mulut vagina
-Nyeri pinggang
-Pegal-pegal pada paha
-Pada beberapa orang, dapat disertai nyeri kepala, diare, mual dan bahkan muntah

2. Nyeri haid sekunder

Selain nyeri haid primer, ada pula nyeri haid sekunder. Penyebab nyeri haid sekunder diketahui bisa karena beberapa hal, seperti:

- Ada masalah di organ reproduksi wanita, seperti endometriiosis
-Tumor pada rahim
-Adanya peradangan kronik pada panggul bagian bawah


Pemakaian alat kontrasepsi IUD juga dapat menimbulkan nyeri haid pada sebagian orang. Nyeri haid sekunder lebih sering muncul pada usia 20-30 tahun.

Berikut ini ciri-ciri nyeri haid sekunder:

Darah keluar dalam jumlah banyak dan kadang tidak beraturan

-Nyeri saat berhubungan seks
-Nyeri perut bawah yang muncul di luar waktu haid
-Nyeri tekan pada panggul
-Ditemukan adanya cairan yang keluar dari vagina
-Teraba adanya benjolan pada rahim atau di rongga panggul

BACA JUGA:

4 dari 4 halaman

Tak Banyak yang Tahu, Wanita yang Jarang Haid atau Tidak Teratur, Bisa Jadi Miliki Penyakit PCOS

Cara mengatasi nyeri haid

Pangobatan untuk nyeri haid primer dapat diberikan obat pereda nyeri yang banyak dijual bebas.

Melansir Buku Resep Hidup Sehat (2010) oleh Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt., parasetamol dan ibuprofen merupakan pilihan obat yang cukup aman untuk mengatasi nyeri haid.

Dua obat tersebut juga cukup aman untuk mengatasi sakit kepala, sakit payudara, dan lain-lain yang mungkin terjadi saat haid atau premenstrual syndrome (PMS).

Apabila penggunaan obat-obatan tersebut, nyeri haid ternyata tidak berkurang, para wanita alangkah baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat pereda nyeri yang lebih kuat atau solusi lainnya.


Nyeri haid juga diyakini akan berkurang, jika wanita melakukan beberapa tindakan berikut:

-Mengompres perut bagian bawah dengan air hangat
-Pemberian suplemen vitamin B dan E
-Konsumsi minyak ikan
-Memijat bagian bawah punggung dan perut
-Istirahat cukup
-Hindari kafein dan alkohol
-Hindari makanan yang banyak mengandung garam
-Olahraga teratur

Sementara itu, untuk nyeri haid sekunder, pereda nyeri kurang efektif dilakukan karena yang paling tepat adalah mengatasi kelainan yang mendasasinya.

(Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Penyebab Sakit Perut Saat Haid dan Cara Mengatasinya

Selanjutnya