TRIBUNJUALBELI.COM - Musim kemarau sebentar lagi akan melanda seluruh daerah Indonesia.
Meski saat ini beberapa daerah di Indonesia sudah mengalami musim kemarau.
Dilansir dari Kompas.com, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) memprediksi bahwa awal musim kemarau tahun 2020 di Indonesia ini dimulai pada bulan April kemari.
Namun, dikatakan oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati MSc dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/3/2020), bahwa awal musim kemarau tersebut akan bervariatif di setiap daerah.
Bagi kalian yang daerahnya belum dilanda musim kemarau sebaiknya sudah bersiap siap dengan bahaya musim kemarau yaitu penyakit kulit.
Beberapa penyakit khas yang sering mendera masyarakat di musim kemarau apa saja sih.
Simak dibawah ini.
1. Kulit kering dan iritasi kulit.
Musim panas di daerah tropis kerap dibarengi dengan kelembapan udara tinggi.
Saat seperti ini, udara terasa gerah dan membuat kulit cepat kering.
Bila kita sering berada di ruangan ber-AC, kulit juga akan menjadi lebih cepat kering.
2. Ruam
Kondisi ini sering terjadi saat musim panas, apalagi pada anak, dan mereka yang berkulit sensitif.
Ruam akan membuat kita yang mengalaminya merasa risih, gatal, perih, dan serbasalah.
Pada anak kerap membuatnya rewel dan tidak bisa tidur.
Jika ruam digaruk, bisa menyebabkan infeksi.
Ruam terjadi karena kelenjar keringat tertutup, sehingga keringat tidak bisa keluar dengan baik.
Pada mereka yang pernah, apalagi kerap mengalami ruam, jangan sekali-kali mengenakan bedak pada kulitnya.
Hindari pula dari segala hal yang membuat kulit tertutup, seperti penggunaan diaper, baju ketat, pakaian berbahan sintetis, dan lainnya.
3. Herpes
Penyakit herpes adalah sejenis penyakit kulit yang menular.
Penyakit herpes memiliki karakter yang sangat unik dan bandel, karena sangat dimungkinkan bagi penderita yang sudah pernah mengalami penyakit herpes akan kembali mengalaminya dalam jangka waktu tak menentu.
4. Sunburn
Kondisi ini membuat kulit seperti terbakar.
Karenanya, saat musim panas, setiap keluar ruangan, beraktivitaslah di tempat yang teduh, kenakan topi bertepi lebar, kacamata hitam, baju lengan panjang, dan celana panjang.
Penting pula untuk mengoleskan tabir surya yang menawarkan perlindungan spektrum luas, SPF 30+, dan tahan air.
5. Jerawat
Ini bukan penyakit pubertas.
Jerawat terjadi bila keringat bercampur dengan bakteri dan minyak pada kulit sehingga menyumbat pori-pori kulit.
Nah, minyak berlebih, keringat berlebih, kerap hadir saat musim panas.
Mengendalikan jerawat saat musim panas dapat dilakukan dengan sesering mungkin menyeka keringat pakai handuk atau kain bersih.
Selain itu juga, seringlah mengganti pakaian, ikat kepala, handuk, dan topi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!