TRIBUNJUALBELI.COM - Virus Corona sudah ditetapkan oleh WHO (World Health Organization) sebagai pandemi global yang tak boleh disepelekan.
Wabah virus corona juga semakin menyebar.
Berbagai upaya pun harus kamu lakukan untuk mencegah penularan virus Corona yang semakin luas.
Jumlah kasus COVID-19 terus meningkat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Angka kasus ini tentu tidak sebanding dengan jumlah tenaga kesehatan dan APD yang tersedia di rumah sakit.
Akibatnya, tidak sedikit petugas medis yang gugur saat menangani pasien COVID-19. Mulai dari dokter, perawat, hingga pekerja pembersih ruangan.
Dilansir dari Hellosehat.com, salah satu spesialis emergensi di IGD RSUD Daha Husada Kediri, dr. Tri Maharani, mengungkapkan bahwa saat ini para tenaga medis sedang berperang dengan senjata yang tidak lengkap.
Beliau mengatakan bahwa sudah ada puluhan dokter yang meninggal di masa pandemi COVID-19 dan ratusan lainnya positif terinfeksi COVID-19.
Situasi ini tidak hanya terjadi di daerah yang memiliki jumlah pasien yang banyak, terutama DKI Jakarta.
Daerah lainnya seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah pun mengalami kondisi yang serupa.
Hal tersebut menjadikan kekurangan alat pelindung ini memaksa mereka untuk ‘melindungi’ diri dengan peralatan seadanya.
Menurut laporan dari sejumlah media, tidak sedikit dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya berusaha menjaga diri mereka dari virus dengan jas hujan sekali pakai.
Jas hujan yang dijual di pasaran tentu tidak sebanding dengan APD yang memenuhi standar.
Bagaimana tidak, tujuan dari alat pelindung adalah untuk melindungi para tenaga kesehatan dari percikan infeksi COVID-19.
Bahkan, penggunaan APD tidak menjamin mereka terhindar dari paparan virus.
Pikiran tentang risiko tinggi terkena infeksi virus COVID-19 akibat kekurangan APD terus menghantui mereka.
Namun, hal tersebut tidak menghentikan para tenaga kesehatan untuk tetap bertugas dan menangani pasien COVID-19, terlepas dari perlindungan diri yang tidak maksimal.
(Fadlilah Widya/Tribunjualbeli.com)
