TRIBUNJUALBELI.COM - Wabah virus Corona sudah menyebar pesat di dunia bahkan Indonesia.
Menurut data yang dikutip dari Worldometers, sudah ada lebih dari 1,3 juta jiwa yang positif Corona, dengan lebih dari 74 ribu kematian dan 278 ribu yang telah sembuh di seluruh dunia.
Di Indonesia sendiri per tanggal (13/4), orang yang sudah terinfeksi virus Corona telah mencapai 5.557, dengan orang yang meninggal mencapai 399 dan 380 orang telah terkonfirmasi sembuh.
COVID-19 menyebar dengan sangat cepat.
BACA JUGA: Mau Mudik Ditengah Pandemi Corona, Berikut Aturannya dari Pemerintah
Rutenya pun tidak hanya melalui droplet atau air liur dari batuk atau bersin, tapi juga permukaan barang yang disentuh pasien.
Ini sebabnya walaupun kamu rajin mengenakan masker, penularan COVID-19 tetap bisa terjadi bila kamu menyentuh barang terkontaminasi, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut.
Lalu berapa lama daya tahan SARS-CoV-2 pada permukaan barang?
Dilansir dari berbagai sumber, SARS-CoV-2 dapat bertahan pada permukaan barang selama jangka waktu tertentu.
Tergantung material bahan yang ditempelinya, daya tahan virus ini bisa berkisar antara beberapa jam hingga berhari-hari.
Berikut gambaran daya tahan SARS-CoV-2 pada permukaan beberapa jenis bahan:
Plastik (remote, botol, bangku, bagian belakang ponsel): 2-3 hari
Stainless steel (alat masak, kulkas, bak cuci piring): 2-3 hari
Aluminium (kaleng makanan dan minuman, kertas timah): 2-8 jam
Logam (alat makan, gagang pintu, perhiasan): 5 hari
Kain (pakaian, sarung bantal, handuk): berberapa jam hingga 1 hari
Kardus (kemasan paket): 1 hari
Beling dan kaca (gelas, kaca jendela, cermin): hingga 5 hari
Kayu (meja, kursi, hiasan kayu): 4 hari
Keramik (piring, gelas, tembikar): 5 hari
Kertas (buku, majalah, koran): hingga 5 hari
Tembaga (uang receh, alat masak, teko): 4 jam
Sebelum para ilmuwan mengetahui daya tahan SARS-CoV-2 pada permukaan barang, virus ini sempat dikhawatirkan dapat menyebar melalui barang impor.
Banyak pula yang khawatir penularan COVID-19 bisa terjadi melalui kiriman paket.
Tapi jangan panik.
Virus bisa saja menempel pada barang impor dari petugas yang batuk atau bersin, tapi virus tidak akan bertahan dari lamanya masa pengiriman.
Virus kemungkinan akan mati sebelum barang sampai ke negara tujuan.
Hal yang sama juga berlaku pada paket kiriman.
SARS-CoV-2 dapat menempel pada paket bila sebelumnya kurir yang positif batuk atau bersin di dekat paket, tapi kamu bisa mencegah penularan virus dengan membersihkan paket dan mencuci tangan.
Berikut cara mencegah penularan COVID-19 dari barang terkontaminasi
Semua bahan tersebut ada pada barang-barang yang kamu gunakan setiap hari.
Cara terbaik untuk mencegah penularan COVID-19 melalui barang terkontaminasi adalah dengan membersihkan barang-barang tersebut secara rutin.
Siapkan cairan disinfektan, alat penyemprot, lap bersih, sabun, dan sarung tangan.
Gunakan sarung tangan setiap sebelum menggunakan larutan disinfektan untuk melindungi kulit dari paparan bahan kimia.
Pertama-tama, basahi lap bersih dengan sedikit air dan sabun.
Gunakan lap tersebut untuk membersihkan permukaan barang dari kotoran dan debu.
Tahap ini penting karena kotoran dan debu dapat mengurangi fungsi disinfektan.
Setelah permukaan barang sudah bersih dari kotoran yang menempel, semprotkan cairan desinfektan secara merata.
Biarkan selama beberapa jam agar bahan kimia pada disinfektan bekerja.
Jangan lupa selalu mencuci tangan dan memakai masker, membersihkan barang di sekitar kamu ya untuk mencegah penularan COVID-19.
(Fadlilah Widya/Tribunjualbeli.com)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!