zoom-in lihat foto Kapan Harus Cek Infeksi Corona saat Alami Demam dan Batuk? Ini Penjelasannya
Kapan Harus Cek Infeksi Corona saat Alami Demam dan Batuk? Ini Penjelasannya | Kolase Tribun Jabar/Pixabay.com

TRIBUNJUALBELI.COM - Warga internasional beberapa bulan terakhir dibuat was-was dengan virus corona yang semakin hari semakin menyebar.

Virus corona atau Covid-19 ini telah ditetapkan sebagai pandemi global dan sudah menginfeksi warga di lebih dari 100 negara.

Cepatnya penularan virus corona baru ini membuat banyak orang bertanya-tanya apakah dirinya tertular jika menderita batuk dan demam.

Gejala awal infeksi corona memang mirip dengan influenza, yakni demam dan batuk.

Kapan Harus Cek Infeksi Corona saat Alami Demam dan Batuk? Ini Penjelasannya | Kompas.com
Kapan Harus Cek Infeksi Corona saat Alami Demam dan Batuk? Ini Penjelasannya | Kompas.com

“Flu dan virus corona memang memengaruhi sistem tubuh dan saluran pernapasan bawah. Penderitanya akan menderita nyeri tenggorokan, batuk, demam, atau bahkan sesak. Jadi sebenarnya sulit membedakannya dari gejala klinis,” kata Dr.Greg Poland, pakar penyakit menular di Mayo Clinic seperti dikutip dari CNN.

Meski demikian, jika kita menderita infeksi corona gejala lain yang menyertai adalah badan sangat lelah, dan juga nyeri otot.

BACA JUGA:

Tanaman Kina Dikatakan Bisa Jadi Obat Ampuh Lawan Virus Corona, Ternyata Ini Rahasianya

Poland mengatakan, pada penyakit flu biasa kita akan mulai merasa baikan setelah cukup istirahat dan konsumsi makanan sehat setelah beberapa hari.

“Bila kita menderita flu atau virus corona, kondisinya makin memburuk. Yang bisa meningkatkan kecurigaan adalah jika muncul sesak napas,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Dalam wawancara dengan KompasTV, Prof. Zubairi Djoerban, Sp.PD, mengatakan kita harus ke dokter jika sudah mengonsumsi obat flu tapi tidak ada perbaikan.


“Pada prinsipnya kalau ada batuk dan pilek, lalu sudah minum obat sederhana seperti parasetamol tapi tidak ada perbaikan setelah dua hari, sebaiknya ke dokter,” ujarnya.

Meski begitu, jika gejala demam dan batuk itu disertai dengan sesak napas, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

“Apalagi kalau baru bepergian dari luar negeri,” imbuhnya.

Tidak perlu panik jika memang menderita corona. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pasien yang tidak terlalu sakit bisa pulih kembali dalam waktu dua pekan.

Adapun pasien dengan kondisi lebih parah perlu waktu 3-6 pekan untuk sehat kembali.

(Kompas.com/Lusia Kus Anna)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Demam dan Batuk, Haruskah Langsung Cek Infeksi Corona?

Selanjutnya