zoom-in lihat foto Gak Perlu Kesal Lagi, Ini Dia Cara Jitu Hindari Kecurangan Pengisian BBM di SPBU
Ilustrasi SPBU Pertamina | Kontraktor SPBU

TRIBUNJUALBELI.COM - Tahun lalu publik sempat dihebohkan dengan kasus kecurangan di SPBU Rempoa.

Mereka melakukan kecurangan dengan mengurangi takaran bensin yang ada.

Kecurangan tersebut bukan melalui dispanser pengisian bahan bakar, tapi menggunakan alat khusus yang bisa dikontrol melalui remote jarak jauh.

Kemudian akhir-akhir ini dilaporkan ada kejadian yang sama dimana seorang pengguna Facebook bernama Beldy Risyan Hukom mengungkapkan kekesalannya setelah merasa dicurangi oleh pom bensin di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dilansir dari Tribunnews.com, Beldy menceritakan kronologi kejadian disertai dengan unggahan video berdurasi tiga menit pada Selasa (30/5/2017).

Ia mengaku telah mengisi bahan bakar Pertamax sebanyak 4 liter.

Merasa curiga karena indikator bensin tidak full, maka Beldy memprotes petugas SPBU yang melayaninya.

Petugas langsung menyuruhnya untuk mengadukan hal tersebut kepada pegawai di kantor SPBU.

Ia dan petugas pun kemudian menguras tangki motor dan menghitung takaran bahan bakar yang sebelumnya telah diisi.

"Benar saja saat bensin sudah dikuras dan ditaruh di ember, penghitungan ulang ternyata bensin yang terisi hanya 3 liter, dan untuk menutupi kesalahan orang SPBU menyuruh anak buahnya mengambil bensin dalam kaleng untuk menggantikan bensin saya yang 1 liter," tulis pengguna akun tersebut.


2 dari 3 halaman

Dilansir dari Kompas.com, tim Pertamina telah melakukan pengecekkan takaran seluruh volume nozzle, pengecekkan mesin dispenser, pemeriksaan CCTV SPBU saat terjadi kejadian, Laporan Arus Minyak SPBU.

Hasil pengecekkan takaran menunjukkan seluruh Nozzle di SPBU masih memenuhi standar toleransi Metrologi (0,5%) dan standar Pasti Pas (0,3%).

Selain itu tidak ditemukan adanya tanda-tanda modifikasi pada mesin dispenser.

Dispenser tersebut sebelumnya sudah di-Tera oleh Dinas Metrologi.

Selain itu dari seluruh konsumen pengendara motor yang melakukan pengisian BBM di SPBU tersebut, hanya Beldy yang melakukan komplain.

Padahal semua prosedur pengisian BBM telah dilakukan sesuai standar yang sama kepada semua konsumen.

Berdasarkan hasil investigasi tersebut, Pertamina menyampaikan bahwa pengisian BBM sudah sesuai aturan yang berlaku dan tidak ditemukan indikasi kecurangan oleh pihak SPBU.

Nah, melihat beberapa kejadian tersebut, adakalanya kita perlu waspada juga selama mengisi bahan bakar di SPBU.

Untuk menghindari kecurangan dari oknum di SPBU, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan oleh masyarakat, mulai dari proses pengisian sampai selesai diisi.

Hal yang pertama, saat akan mengisi BBM konsumen jangan hanya memperhatikan angka awal dari nol, tapi juga sampai akhir.


3 dari 3 halaman

Dilansir dari Otomania.com, petugas Pertamina punya SOP (standar operasional prosedur) selalu bilang mulai dari nol, tapi konsumen tidak boleh terpaku dengan hal itu, wajib melihat proses akhirnya juga.

Setelah mengisi BBM, konsumen juga wajib meminta tanda bukti (struk) transaksi yang dikeluarkan.

Hal ini penting untuk menyamakan antara rupiah dengan takaran bensin yang dikeluarkan.

Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication PT Pertamina, mengatakan struk transaksi bisa menjadi bukti otentik saat konsumen merasa dicurangi oleh oknum di SPBU.

Biasanya konsumen yang merasa dicurangi tersebut akan diundang untuk melihat langsung proses pengujian takaran bensin di SPBU tersebut untuk membuktikan apakah ada praktik kecurangan atau tidak.

(Kompas Otomotif/Stanly Ravel)

Selanjutnya