TRIBUNJUALBELI.COM - Kopi kini kian populer dan menjadi salah satu minuman yang memang digemari oleh banyak orang di dunia.
Kopi yang memiliki rasa khas serta aroma kuat yang sedap, telah menjadikannya bagian dari budaya pagi di kehidupan sebagian orang.
Walau para penikmatnya memiliki antusisasme yang sama besarnya terhadap kopi, namun reaksi dalam tubuh setiap orang bisa berbeda-beda dalam hal mengkonsumsi kopi tersebut.
Beberapa orang sengaja minum kopi guna meningkatkan "stamina" pada pagi hari.
Namun beberapa orang merasakan sensasi berdebar setelah minum kopi.
“Bagi peminum kopi yang merasa deg-degan saat meminum kopi, dapat mensubstitusi dengan decaf,” ujar Michael Dharmawan, Co-Founder Koffie Nation, sebuah kedai kopi di Jakarta, kepada Kompas.com, beberapa waktu yang lalu.
Michael juga menambahkan reaksi berdebar muncul karena tubuh belum bisa menerima kafein atau mengonsumsi lebih dari batas.
Jenis biji kopi juga memengaruhi proses ini. Kebanyakan orang lebih sensitif terhadap kopi jenis robusta dibanding Arabica.
Ia juga menambahkan untuk pemula, minum kopi yang dicampur susu akan lebih mudah dicerna oleh tubuh sehingga mengurangi peluang jantung berdebar.
Kafein membuat berdebar
Dilansir dari eatcultured.com, biji kopi mengandung banyak molekul kompleks seperti senyawa kimia kafein dan asam klorogenat asam, pyrogallol, N-alkanoil-hidroksi triptamida dan katekol.
Bahan kimia ini secara alami diproduksi oleh tanaman kopi dan memiliki berbagai fungsi.
Kafein adalah mekanisme pertahanan alami tanaman kopi, yang diproduksi oleh enzim N-methyltransferase yang bermutasi, biasanya ditemukan di sebagian besar tanaman.
Kafein larut ke dalam tanah di sekitarnya ketika daun-daun dari tanaman jatuh dan terurai menjadi tanah.
Kafein bersifat racun bagi tanaman lain, yang mencegah tanaman lain tumbuh di sekitar tanaman kopi dan mengurangi persaingan untuk mendapatkan sinar matahari.
Setiap zat alami yang ditemukan dalam kopi diserap oleh tubuh dengan cara yang berbeda saat dikonsumsi.
Kafein, khususnya, berperan dalam memicu debaran jantung. Kafein bertindak seperti stimulan alami untuk sistem saraf.
Senyawa Ini memblokir efek adenosin neuromodulator, sel yang dihasilkan tubuh untuk menghasilkan kantuk.
Dengan diblokirnya enzim ini, tubuh tidak bisa memberikan sinyal ke saraf badan bahwa badanmu merasa kelelahan.
Selain itu kafein juga merangsang tubuh ke mode siaga dengan meningkatkan kewaspadaan melalui jalur saraf pusat dan mendorong lebih banyak darah untuk diangkut ke seluruh tubuh.
Ini juga dapat menyebabkan tekanan darah meningkat.
Dengan meningkatkan kontraksi jantung dan aliran darah , kafein dapat, dalam kasus ini, menyebabkan jantung berdebar atau bahkan masalah jantung ketika dikonsumsi dalam jumlah yang melebihi batas.
Jantung berdetak kencang adalah salah satu sensasi yang tidak diinginkan dari efek kafein ini.
Demikian pula dengan menstimulasi tubuh ke mode siaga.
Kafein dapat memicu perasaan cemas, stres, atau rangsangan yang tidak diinginkan yang secara tegas mencegah orang untuk fokus
(Kompas/Albert Supargo)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Suka Deg-degan Saat Minum Kopi? Ini Cara Mencegahnya..

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!