BLOGTRIBUNJUALBELI.COM - Hoax atau berita yang tidak benar memang menjadi maalah kita saat ini.
Dewasa ini, pesan-pesan yang belum tentu kebenarannya itu banyak tersebar di media sosial.
Meski sudah ada beberapa orang pelaku yang membuat atau menyebar berita hoax ini ditahan, namun tidak membuat penyebaran hoaks ini berhenti.
Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo), Henri Subiakto mengatakan, terjadi hoax yang begitu masif selama pelaksanaan Pemilu 2019.
Dikutip dari kompas.com, Henri dalam focus group discussion berjudul "Hoax dalam Pemilu 2019" bertempat di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019) menjelaskan ada ciri tertentu yang menandakan bahwa suatu informasi merupakan hoaks atau tidak benar
1. Identitas penyebar tidak jelas
Henri menjelaskan ciri hoax yakni sumber atau medianya tidak jelas identitasnya, mengeksploitasi fanatisme SARA.
2. Tidak mengandung 5w + 1 H lengkap
Pesan tidak mengandung unsur 5W + IH secara lengkap
What (apa)
when (kapan)
who (siapa)
why (mengapa)
where (dimana)
How (bagaimana)
3. Minta disebarluaskan
Pihak yang menyebarkan informasi meminta info tersebut disebarluaskan semasif mungkin
"Pesan hoax dirancang untuk menciptakan kecemasan, kebencian. kecurigaan dan ketidakpercayaan hingga permusuhan" ujar Henri
4. Menyasar kalangan tertentu
Mereka yang menjadi target adalah masyarakat mayoritas dan orang perkotaan.
Dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di desa, orang kota lebih mudah diserang hoaks karena lebih akrab dengan penggunaan media sosial
Selain itu Henri juga menambahkan masyarakat berpendidikan lebih banyak terkena hokas, begitu pula dengan masyarakat yang beragama fanatik.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Empat Ciri Hoaks Menurut Kominfo...",

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!