TRIBUNJUALBELI.COM - Kanker masih menjadi penyakit yang ditakuti banyak orang.
Kanker bisa menyebabkan banyak orang meninggal dunia bagi penderitanya.
Banyak jenis kanker, misalnya kanker payudara, kanker kulit, kanker darah, dan masih banyak lagi.
Nah, kali ini kita akan membahas tentang kanker payudara.
Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang kerap menyerang perempuan dan bisa menyebabkan kematian.
Dilansirdari hellosehat.com, kementerian Kesehatan menyebut kanker payudara sebagai jenis kanker yang kasusnya terbanyak di Indonesia.
Angka kematian pada wanita yang diakibatkan kanker payudara juga tinggi, dengan rata-rata 17 kematian per 100.000 penduduk.
Berikut upaya yang perlu kamu jalani agar terhindar dari penyakit mematikan satu ini.
1. Banyak makan sayur, buah, dan biji-bijian
Pola makan yang sehat adalah salah satu kunci penting untuk mencegah kanker payudara.
Untuk mengurangi atau menangkal risikonya, perbanyaklah makan sayur dan buah-buahan segar serta biji-bijian.
Jenis makanan sehat ini mengandung zat gizi yang baik untuk tubuh.
Buah dan sayuran, misalnya, kaya akan antioksidan yang bantu melawan radikal bebas penyebab kanker payudara.
2. Menghindari minum alkohol
Semakin banyak dan sering kamiu minum alkohol, semakin besar peluang terkena kanker payudara.
Dilansir dari Breastcancer.org, alkohol memicu kanker payudara dengan cara meningkatkan kadar estrogen dan menyebabkan kerusakan DNA dalam tubuh.
Risiko kanker payudara pada wanita yang minum 2-3 botol bir per hari meningkat sebesar 41 persen. Risiko ini akan naik per 10 persen jika meminum lebih dari itu setiap harinya.
Maka, cara mencegah kanker payudara sejak dini adalah dengan tidak membiasakan mulai minum alkohol.
Jika tidak bisa langsung setop, minumlah kurang dari satu gelas per hari dan terus kurangi hingga benar-benar berhenti.
3. Berolahraga rutin
Olahraga bisa membantu menjaga berat tubuh tetap ideal.
Pasalnya ketika memiliki berat yang berlebih atau justru obesitas, risiko kanker payudara dapat meningkat tajam.
Oleh sebab itu, berolahragalah rutin paling tidak 30 menit setiap hari.
Apa pun olahraganya, pastikan telaten melakukannya.
4. Menyusui
Bagi wanita yang baru saja melahirkan, menyusui langsung dari payudara tidak hanya menguntungkan buat si jabang bayi.
Menyusui selama satu tahun atau lebih dapat melindungi ibu dari risiko kanker payudara.
Peneliti menduga, ketika wanita tidak menyusui peradangan dan pembengkakan yang terjadi setelah kelahiran menyebabkan jaringan payudara berubah dan dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Maka itu, rutin memberikan ASI ekslusif selama 2 tahun bisa bisa menjadi cara mencegah kanker payudara yang patut dicoba para ibu baru.
Semakin lama menyusui, semakin besar efek perlindungan yang dapat dirasakan.
5. Membatasi dosis dan durasi terapi hormon
Meneruskan terapi hormon kombinasi selama lebih dari tiga tahun ternyata bisa meningkatkan risiko kanker payudara.
Oleh karenanya, terapi hormon pascamenopause tidak boleh dikonsumsi dalam jangka panjang.
Durasi pemberian obat harus dibatasi sesingkat mungkin.
Jika Anda mengggunakan obat-obatan hormon untuk mengatasi gejala menopause, tanyakan ke dokter tentang alternatifnya.
Pasalnya, manfaat terapi hormon setelah menopause sering kali lebih kecil dibandingkan risikonya.
6. Berhenti merokok
Merokok juga bisa meningkatkan risiko wanita terkena kanker payudara.
Risiko ini juga tetap muncul pada wanita “perokok pasif”, yang setiap hari menghirup asap rokok.
Kebiasaan ini tidak membawa manfaat apa pun bagi kesehatan.
Cobalah untuk berhenti merokok pelan-pelan.
7. Mengurangi gula, daging merah, dan lemak trans
Gula dan lemak jahat tidak langsung menyebabkan kanker payudara.
Namun, makanan yang mengandung dua zat ini bisa meningkatkan risiko jika dikonsumsi berlebihan.
Lemak trans adalah jenis lemak jahat yang banyak ditemukan di gorengan, biskuit, kue kering, dan makanan kemasan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!