TRIBUNJUALBELI.COM - Hipotermia adalah suatu kondisi di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.
Hipotermia terjadi ketika suhu berada di bawah 35°C. Secara normal tubuh manusia mampu mentaur zona termometal, yaitu antara 36.5 - 37.5°C.
Penyebab paling sering dari hipotermia adalah karena suhu yang dingin.
Serangan Hipotermia ini bisa terjadi ketika seseorang atau kelompok sedang melakukan pendakian gunung.
Bagaimana proses terjadinya Hipotermia?
Proses terjadinya hipotermia karena Hipotalamus mengalami pengenalan perubahan suhu.
Respon yang diberikan diantaranya gerakan menggigil. Hal ini adalah respon perlindungan tubuh untuk menghasilkan suhu panas melalui aktivitas otot.
Temperatur atau suhu kita dikendalikan oleh bagian tubuh yang disebut hipotalamus.
Hipotalamus bertanggungjawab untuk mengenali perubahan suhu dan meresponnya secara tepat.
Tubuh menghasilkan panas dari proses metabolisme di dalam sel yang mendukung fungsi vital tubuh.
Jantung dan Hati mampu menghasilkan suhu panas dari tubuh.
Namun, kinerja dari jantung dan hati dalam menghasilkan suhu tubuh akan menurun dan berkurang ketika manusia berada pada ruangan dingin.
Beberapa fungsi tubuh seperti aktivitas otak, detak jantung dan sistem pernapasan akan menurun.
Bagaimana pertolongan terhadap korban Hipotermia?
Hipotermia rawan mengancam para pendaki gunung. Namun, bagaimana pertolongan terhadap korban hipotermia?
Seperti yang dilansir dari kompas.com ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan ketika menemui pendaki gunung yang mengalami hipotermia.
1. Metode skin to skin
Metode skin to skin adalah cara menghangatkan tubuh seseorang dengan kulit yang menyentuh kulit korban hipotermia.
Kepala Bagian Humas Badan SAR Nasional ( Basarnas), Suhri Sinaga menyampaikan bahwa metode ini dilakukan dengan cara saling berpelukan tanpa memakai pakaian di dalam sleeping bag agar suhu tubuh kembali normal.
Cara ini dilakukan dengan mempertimbangan kedua orang atau lebih memiliki jenis kelamin yang sama atau pasangan suami-istri, agar tidak terjadi tindakan asusila.
Jika tidak ada sleeping bag, bisa menggunakan selimut, terutama untuk menghangatkan bagian dada dan kepala korban terlebih dahulu.
Apabila korban hipotermia mengenakan pakaian yang basah, maka baju pendaki itu harus dilepas dan diganti dengan pakaian kering.
2. Memberi makan atau minuman hangat
Penanganan korban hipotermia bisa dilakukan dengan memberi makanan atau minuman hangat. ketika kondisi tubuh korban mampu membuka mulut atau sudah tidak kaku.
3. Memindahkan korban ke tempat hangat
Memindahkan korban hipotermia ke ruangan kering dan hangat dengan gerakan pelan agar tidak memicu detak jantung yang tidak teratur.
Apa yang harus dihindari saat mengatasi hipotermia?
Hipotermia dikategorikan sebagai permasalahan yang serius. Oleh karena itu, tidak dapat dianggap enteng.
1. Hindari menghangatkan tubuh
Jangan menghangatkan tubuh mulai dari tangan dan kaki, karena hal ini bisa memicu syok pada korban.
2. Jangan memijat pada bagian kaki dan tangannya.
Jangan memijat pada bagian kaki dan tangannya, hindari merendam tubuh korban dengan air hangat atau panas dan jangan berikan minuman beralkohol atau berkafein.
3. Hindari penggunaan koyo atau kompres
Hindari menempelkan koyo atau kompres panas pada sejumlah bagian tubuh korban seperti dada, ketiak, leher dan pangkal paha. Hal ini dapat menyebabkan luka bakar di tubuh korban.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Fakta soal Hipotermia yang Perlu Anda Tahu",
