zoom-in lihat foto Ketahui Berikut Risiko Jika Anda Beli Ponsel Black Market (BM)
ilustrasi (giztechreview.com)

TRIBUNJUALBELI.COM - Di Indonesia masih banyak beredar ponsel BM (Black Market) alias ilegal.

Ponsel seperti itu masuk secara tidak resmi atau mengakali aturan, dan tidak membayar pajak.

Ponsel BM seperti itu memberikan kerugian bagi pembeli maupun pemerintah.

Pemerintah dalam waktu dekat akan memberlakukan aturan tentang nomor IMEI di ponsel untuk mencegah peredaran ponsel ilegal atau black market (BM) di Indonesia.

IMEI, kependekan dari International Mobile Equipment Identity, merupakan kode unik yang berguna identifikasi perangkat hingga keamanan ponsel.

Kemenperin memiliki database berisi nomor IMEI ponsel yang masuk secara resmi ke Indonesia.

Jika nomor IMEI sebuah ponsel tak terdaftar pada database tersebut, kemungkinan besar ilegal.

Direktur Pemasaran dan Komunikasi PT Erajaya Swasembada Tbk, Djatmiko Wardoyo, menilai ponsel black market alias ilegal bukan hanya merugikan dari segi bisnis tetapi juga konsumen.

Lalu apa sih risiko yang didapat jika Anda membeli ponsel BM?

"Dengan membeli produk bergaransi resmi, konsumen berhak atas garansi resmi dari kantor pusat atas kerusakan dari pabrik, selama bukan kesalahan pemakaian," kata Djatmiko.


2 dari 2 halaman

Umumnya, konsumen tertarik membeli ponsel di pasar black market karena harganya yang murah.

Biasanya, ponsel-ponsel BM tidak masuk ke pasar Indonesia.

Banderol ponsel BM yang murah karena kemungkinan ponsel BM itu tidak membayar pajak atau aturan lainnya untuk perangkat seluler.

Ponsel yang beredar secara ilegal tentu tidak mendapatkan garansi resmi, terutama dari produsen pusat.

Jika membeli ponsel black market, konsumen tentu tidak bisa mengklaim garansi ketika ponsel bermasalah.

Artikel ini telah tayang di laman infokomputer.grid.id dengan judul Meski Banderolnya Murah, Inilah Risiko Beli Ponsel Black Market (BM)

Selanjutnya