zoom-in lihat foto Kenali Penyebab Sesak Napas Saat Bangun Tidur, Salah Satunya Cemas Berlebihan
ilustrasi (Reader's Digest)

TRIBUNJUALBELI.COM - Pernahkah kamu mengalami napas terengah-engah seperti habis olahraga saat bangun tidur?

Tidur seharusnya jadi waktu yang penting untuk istirahat setelah seharian beraktivitas.

Tidur juga menjadi waktu yang tepat untuk beristirahat yang paling ditunggu-tunggu agar tubuh bisa kembali bugar.

Namun, ada sebagian orang yang kerap mengeluhkan napas mereka terengah-engah seperti habis olahraga saat bangun tidur.

Cari tahu yuk apa yang menjadi penyebabnya.

Dilansir dari hellosehat.com, ada beberapa penyebab napas sesak saat bangun tidur.

Salah satunya mungkin sedang atau pernah kamu alami.

1. Post nasal drip

Post nasal drip terjadi ketika lendir dan ludah yang diproduksi berlebihan jadi mengalir ke saluran belakang hidung dan tenggorokan.

Kondisi ini bisa membuat tidur jadi tidak tenang karena jalur napas tersumbat lendir.


2 dari 4 halaman

Akibatnya muncullah sensasi sesak napas saat bangun tidur.

Penyakit refluks lambung, infeksi sinus, dan alergi merupakan penyebab umum dari post nasal drip.

2. Sleep apnea obstruktif

Sleep apnea obstruktif adalah kondisi yang terjadi saat seseorang menghalami henti napas sejenak dan tak disengaja saat tidur.

Kondisi ini disebabkan oleh adanya sumbatan di jalan napas yang menghentikan aliran udara.

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki sleep apnea obstruktif.

Namun, jika kamu suka mendengkur keras saat tidur dan setelahnya mengalami sesak napas saat bangun, ini bisa jadi pertandanya.

3. Gagal jantung

Gagal jantung terjadi saat jantung tidak dapat memompa darah sebagaimana mestinya akibat cairan ekstra yang menumpuk di dalam atau sekitar paru-paru.

3 dari 4 halaman

Hal ini membuat seseorang kesulitan bernapas dengan napas yang pendek-pendek.


Di awal kemunculannya, gejala hanya terlihat ketika sedang melakukan aktivitas fisik.

Namun jika sudah parah, seseorang bisa mengalami sesak napas saat tidur atau ketika bangun.

4. Penyakit paru obstruktif kronis

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) terjadi ketika kantong udara kecil (alveoli) di paru-paru rusak.

Akibatnya, kantong udara tersebut kesulitan untuk mendorong udara keluar dari paru-paru.

Gejala PPOK ini bisa muncul saat seseorang sedang tidur.

Kondisi ini membuat orang yang mengalaminya bangun dengan napas terengah-engah atau merasa seperti tercekik.

5. Cemas berlebihan

4 dari 4 halaman

Rasa cemas yang menumpuk dari hari-hari sebelumnya dapat menyebabkan serangan panik di malam hari tanpa pemicu yang jelas.

Gelisah dan kecemasan di alam bawah sadar ini kemudian dapat membuat tidur tidak tenang.

Akibatnya, saat bangun tidur kamu merasa sesak napas sampai membuat terengah-engah.

Selanjutnya